kualitas udara

Kualitas Udara Depok, Wali Kota: Kalau ISPU Salah, Ya Minta Ganti

Soal perbedaan penilaian kualitas udara di Depok, Wali Kota Depok M Idris mengaku lebih percaya dengan alat pengukur kualitas udara dari KLHK.

Featured-Image
Walikota Depok mengatakan Depok akan berlakukan WFH

bakabar.com, DEPOK - Soal perbedaan penilaian kualitas udara di Depok, Wali Kota Depok M Idris mengaku lebih percaya dengan alat pengukur kualitas udara besutan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Nantinya, jika ternyata alat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dikeluarkan KLHK salah, Idris meminta agar alat tersebut diganti.

Idris mengaku heran dengan adanya perbedaan hasil antara AQI US dengan ISPU. Karena alasan cinta produk dalam negeri, Idris mengaku lebih percaya dengan alat pengukur kualitas udara yang diberikan oleh pemerintah pusat.

“Tidak sesuai dengan alat yang sudah diberikan. Kita tidak kepada LSM, organisasi survei segala macam, tapi kita kepada kementerian. Sebab di mereka adalah induk kita, yang memberikan alat juga mereka. Kalau memang alatnya salah ya kita minta ganti gitu,” ungkapnya.

Baca Juga: Buntut Polusi Udara, ASN Pemkot Depok WFH 70 Persen Mulai September

Sebelumnya, kualitas udara Kota Depok yang dipantau Air Quality Index IQAir pada Kamis (24/8), menyebutkan Depok sebagai kota dengan polusi udara tertinggi. Hanya saja, hasil pemantauan ISPU menunjukkan data berbeda.

“Depok sampai sekarang memang dalam kondisi sedang,” ujar M Idris pada Kamis (24/8).

Sejauh ini, pemasangan ISPU dilakukan di empat lokasi padat kendaraan. Letak ISPU terdapat di Jalan Margonda, Jalan Raya Sengon, Jalan Juanda dan Jalan Raya Bogor.

“Kita selalu pakai alat yang sudah diberikan dari kementerian LH untuk mengukur udara di Depok,” terangnya.

Baca Juga: Kualitas Udara Buruk, DLHK Depok: Kami Percaya Hasil ISPU KLHK

Dengan kualitas udara yang diklaim kategori sedang saat ini, Idris berharap hal itu tidak bertambah buruk. Untuk itu, ia mengaku telah menerapkan sejumlah upaya antisipasi.

“Mudah-mudahan tidak naik lagi, ekstremnya begitu. Karena ini harus diantisipasi untuk tidak ada kenaikan status dari sedang kepada warning,” paparnya.

Sejauh ini, Pemkot Depok getol melakukan penghijauan di banyak lokasi. Tujuannya untuk mengurangi polutan, karena pemicu polusi udara saat ini, mayoritas disebabkan oleh gas buang kendaraan. 

“Kita lakukan penghijauan, penanaman pohon semua dilakukan seperti itu, khususnya di daerah-daerah yang memang sesuai dengan laporan DKI juga itu ternyata sumbangan dari mobilitas kendaraan yang sangat luar biasa," tandasnya.

Editor
Komentar
Banner
Banner