Pergerakan harga emas kembali menjadi perhatian warga Sampit, khususnya emas perhiasan berbagai kadar, masyarakat semakin aktif memantau untuk beli dan jual.
Dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum pelatih silat di Sampit terhadap anak dibawah umur memicu kemarahan publik. Kasus ini telah lidik Polsek Ketapang.
Bulog Cabang Kotim, memaksimalkan penyerapan gabah petani di tengah momentum musim panen.
Dishub Kotim melayangkan teguran tertulis kepada pemilik salah satu kafe di Kota Sampit, karena parkir kendaraan memakan badan jalan.
Kabut asap tipis disertai bau menyengat kini kerap turun pada sore hingga malam hari, membuat warga resah dan terganggu aktivitasnya.
Lahan kosong di sekitar permukiman warga di Jalan Poros Perum Betang Raya, RT 005/RW 002, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan MB Ketapang, terbakar.
Tiupan angin berkecepatan hingga 60 kilometer per jam, yang terjadi selama 10 -15 menit, merobohkan pepohonan dan menerbangkan atap bangunan sekolah di Sampit.
Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Penanganan Premanisme dan Ormas bermasalah turun kelapangan melakukan sosialisasi ke sejumlah SPBU di Sampit.
Satuan Samapta Polres Kotim, menerjunkan personelnya untuk memastikan tidak terjadi penyalahgunaan BBM dan aksi premanisme di SPBU di kota Sampit.
Perhiasan emas seorang pelajar senilai Rp50 juta raib diduga dicuri temannya sendiri. Namun hanya berselang 1x24 jam polisi berhasil meringkus pelaku.
Setelah aksi pemukulan brutal terhadap pengasuh panti, ancaman kembali muncul. Pelaku yang sama kembali melukai seorang anak panti.