bakabar.com, SAMPIT - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng. Kali ini, lahan kosong di sekitar permukiman warga di Jalan Poros Perum Betang Raya, RT 005/RW 002, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan MB Ketapang, terbakar pada Rabu (21/1/2026).
Informasi kebakaran diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim sekitar pukul 14.43 WIB, melalui laporan langsung dari pihak kelurahan.
Tim reaksi cepat (TRC) BPBD bersama petugas pemadam kebakaran segera bergerak ke lokasi dan tiba sekitar pukul 15.00 WIB.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kotim, Multazam, mengatakan kebakaran tersebut menghanguskan lahan kosong seluas kurang lebih 100 x 40 meter persegi. Beruntung, api berhasil dipadamkan dalam waktu relatif singkat dan tidak sempat merambat ke rumah warga.
“Penyebab kebakaran diduga karena adanya puntung rokok yang dibuang sembarangan. Saat kejadian, angin bertiup cukup kencang sehingga api cepat menyebar dan merambat ke semak belukar di sekitarnya,” ujar Multazam.
Ia menjelaskan, area yang terbakar merupakan lahan dengan vegetasi gambut dan mineral, yang rawan terbakar terutama saat memasuki musim kemarau.
Proses pemadaman melibatkan 9 personel TRC BPBD Kotim, Damkar, pihak Kelurahan Pasir Putih serta masyarakat setempat.
Dalam operasi pemadaman, petugas mengerahkan dua unit truk tangki air milik BPBD, satu unit truk tangki pemadam kebakaran, dua rol selang, serta dua unit nozzle. Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 15.20 WIB.
“Kondisi akhir lokasi sudah padam dan aman. Kami juga melakukan pemantauan di sekitar area untuk memastikan tidak ada titik api lanjutan,” jelasnya.
Multazam mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, khususnya dalam membuang puntung rokok dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja. Ia juga mengingatkan para petani dan pelaku usaha perkebunan untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
“Kami berharap masyarakat aktif berperan serta melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan adanya kebakaran hutan dan lahan, mengingat saat ini kita mulai memasuki musim kemarau,” tegasnya.









