Sindikat Narkoba Internasional

Aset 'Crown' Raja Narkoba Fredy Miming Banjarmasin Disita!

Satu per satu aset Fredy Pratama alias Miming (38) disita polisi.

Featured-Image
Rumah toko (ruko) Crown di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin tak jauh dari Flyover diduga hasil pencucian uang narkoba Fredy Miming. apahabar.com/Bani

bakabar.com, BANJARMASIN - Satu per satu aset Fredy Miming Pratama (38) disita polisi. Teranyar sebuah toko perlengkapan anak bernama 'Crown'.

Pantauan bakabar.com di Jalan Ahmad Yani, Km 4,5 Banjarmasin, bangunan berlantai tiga itu kini sudah tertutup rapat. Alias tak beroperasi lagi. 

Tampak hanya beberapa potong pakaian yang masih dipajang di etalase lantai dua ruko tersebut. Di halaman depannya, terpampang sebuah plang.

Baca Juga: Lewat Mertua Fredy Miming Banjarmasin Menjelma Raja Narkoba

Plang itu berisi narasi penyitaan bahwa bangunan di atas lahan seluas 211 meter persegi itu telah disita polisi. Semuanya melalui penetapan PN Banjarmasin dengan nomor 799/B-SITA Pen.Pid/2023/PN Bjm.

Polisi menduga bahwa ruko yang berlokasi tak jauh dari flyover Banjarmasin itu terafiliasi dengan Miming. 

Menariknya, Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Moch Rifa'i juga tak menepis kemungkinan jumlah aset yang disita bakal bertambah. "Kita terus kembangkan untuk proses pendalaman," ujar Rifai.

Resto Shanghai Palace Fredy Pratama
Penyidik Mabes Polri dan Polda Kalsel menyegel resto Shanghai Palace yang diduga terkait sindikat perdagangan narkoba internasional, Fredy Pratama.

Menggunakan sandi 'Escobar', polisi terus memburu Fredy. Tak hanya itu, Bareskrim Polri turut menyita sejumlah aset. Sebelum Crown, polisi telah menyita 19 aset diduga hasil pencucian uang Miming.

Rinciannya, sebanyak 14 aset tak bergerak, seperti tanah dan bangunan. Kemudian limanya lagi aset bergerak. Empat mobil dan satu motor gede.

Paling menonjol adalah banguan Shanghai Palace, Beluga Cafe, serta Hotel Mentaya Iin di Jalan Djok Mentaya.

Baca Juga: Sosok Pasutri Pelayan Raja Narkoba Fredy Banjarmasin

Aset-aset tersebut disita usai polisi menangkap Lian Silas. Silas tak lain ayah kandung Fredy.

Silas dulunya merupakan pedagang besar handphone di Banjarmasin. Kekayaannya meningkat signifikan setelah sang anak menikahi anak seorang kartel di Thailand.

Berkat jejaring sang mertua, Fredy menjelma sebagai raja narkoba. Bahkan memasok jenis narkotika yang telah lama hilang. "Iya dia juga memasok pil yaba [sabu dalam bentuk pil," jelas Direktur Narkoba Mabes Polri, Brigjen Mukti Juharsa.

Baca Juga: Ayah Fredy Pratama Resmi Ditetapkan Tersangka Pencucian Uang Narkoba

Fredy Miming terus diburu. Bahkan oleh kepolisian empat negara sekaligus. Perannya sebagai mastermind sindikat narkoba international kawasan Indochina.

Ia mengontrol pasar gelap sabu dan turunannya dari Thailand. Fredy terindikasi mendapat pasokan barang haram dari kawasan Segitiga Emas, Myanmar, Laos, dan Thailand.

Tiga tahun terakhir, kelompok pimpinan Miming telah menyuplai total 10,2 ton sabu mematikan ke Indonesia. Jumlah tersebut dengan estimasi 100-500 kilo sabu dan esktasi per bulannya.

Polisi menyita motor gede atau moge yang diduga milik Fredy pratama alias Miming, bandar narkoba kelas kakap asal Banjarmasin, Kalsel - bakabar.com
Polisi menyita motor gede atau moge yang diduga milik Fredy pratama alias Miming, bandar narkoba kelas kakap asal Banjarmasin, Kalsel. Foto: bakabar.com

Dari transaksi gelap itu, Miming tercatat memiliki aset mencapai Rp10,5 triliun. Di antaranya bangunan tiga tingkat mencakup cafe resto dan hotel di Banjarmasin. Serta sebuah hotel di Muara Teweh, Kalimantan Tengah, tempat di mana ibunda Miming berasal.

Miming diduga telah keluar dari tempat persembunyiannya di Thailand dan selalu lolos dari deteksi aparat karena telah melakukan operasi plastik.

Dalam operasi 'Escobar', polisi menangkap sebanyak 884 tersangka dari sebanyak 408 laporan terkait Miming. Dari selebgram Adelia, bahkan kaki tangannya yang seorang perwira muda AKP Andri Gustami.

Fredy Pratama Miming
Fredy Pratama Miming menjadi orang yang paling dicari Bareskrim Polri usai terindikasi menjalankan jaringan internasional peredaran narkoba di kawasan Indochina.
Editor
Komentar
Banner
Banner