OTT KPK

[VIDEO] OTT KPK di Kaltim, Sepakat Menangkan Tender Proyek Jalan

Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Kalimantan Timur menjerat dua pejabat Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur.

bakabar.com, JAKARTA - Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Kalimantan Timur menjerat dua pejabat Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur. Mereka adalah Rahmat Fadjar dan Riado Sinaga.

Rahmat Fadjar merupakan Kepala Satker BBPJN Kaltim Tipe b. Sementara Riado Sinaga merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) pelaksana jalan nasional wilayah I.

Dalam melakukan aksinya, mereka membagi dua uang suap. Besaran pembagian uang suap untuk Rahmat Fadjar sebanyak 7 persen dan 3 persen untuk Riado Sinaga.

Sejak awal mereka bersepakat untuk memenangkan tiga tersangka lain, dalam lelang proyek jalan melalui e-katal. Caranya dengan memanipulasi data.

Baca Juga: Pasca-OTT KPK, Kepala BBPJN Kaltim Belum Ngantor 

Tiga tersangka yang dimaksud adalah pemilik PT Fajar Pasir Lestari (FPL), Abdul Nanang Ramis, bersama staf sekaligus menantunya, Hendra Sugianto. Lalu direktur CV Bajasari, Nono Mulyanto.

Jika diakumulasi, uang imbalan Fadjar dan Riado sebesar 10 persen. Angka rupiahnya dihitung berdasarkan nilai proyek.

Uang suap mulai disalurkan nanang, Hendra dan Nono sejak Mei 2023. Uang diantar langsung ke kantor BBPJN wilayah I Kaltim.

Baca Juga: Nama Wali Kota Balikpapan di Rilis OTT KPK, MAKI: Telusuri

Pemberian uang suap dilakukan secara bertahap hingga mencapai Rp1,4 miliar. Uang digunakan di antaranya untuk acara Nusantara Sail 2023.

Untuk diketahui, ada dua objek lelang pemicu suap ini. Pembiayaan keduanya bersumber dari APBN.

Pertama yakni peningkatan jalan simpang batu-laburan dengan nilai Rp49,7 miliar. Kedua preservasi jalan kerang-Lolo-Kuaro. Budget-nya Rp1,1 miliar. Saat ini semua tersangka sudah ditahan di rutan KPK, sejak 24 November hingga 13 desember nanti.

Video Journalist: Andini Dwiutari
Video Editor: Iskandar Zulkarnaen
Produser: Jekson Simanjuntak

Editor
Komentar
Banner
Banner