Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pihak Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin.
Peristiwa ini menjadi momentum bagi institusi kejaksaan untuk melakukan pembenahan internal.
Pada 2014 jabatannya sebagai Kasipenkum dicopot lantaran diduga menerima suap sebesar 50.000 dollar AS dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Direktorat Jend
Mereka adalah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) HSU Albertus P Napitupulu dan Kasi Intel Asis Budianto.
KPK menduga, terjadi transaksi dugaan suap yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di Pemprov Bengkulu.
Setelah tidak terlihat sebulan terakhir usai OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Banua, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor muncul di publik.
Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Kalsel, H Puar Junaidi tak menampik Acil Odah diterpa masalah pasca-OTT KPK di Dinas PUPR Provinsi Kalsel.
KPK kata Tessa tentunya akan menghadapi gugatan prapradilan yang telah didaptarakan Paman Birin di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan tersebut.
Ketua Partai NasDem Kabupaten Banjar, Akhmad Rizanie Anshari menegaskan pihaknya tetap tegak lurus memenangkan pasangan calon usungan NasDem di Pilkada 2024.
DPD Partai Golkar Kalsel bersikap pasca-OTT (Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK hingga menetapkan H Sahbirin Noor sebagai tersangka suap.
KPK dikabarkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Pemkab Sidoarjo. Sejumlah orang diamankan.