Info Kesehatan

Mycoplasma Pneumonia, Infeksi Pernapasan yang Bisa Nyerang Anak-Anak

Mycoplasma pneumoniae, infeksi bakteri 'misterius' berasal dari China, kini terkonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan RI telah ditemukan 6 kasus di Jakarta.

Featured-Image
Mycoplasma Pneumoniae. Foto: Freepik

bakabar.com, JAKARTA - Mycoplasma pneumonia, infeksi bakteri 'misterius' berasal dari China, kini terkonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan RI telah ditemukan 6 kasus di Jakarta.

Dalam sebuah konferensi pers, Prof. Dr. dr Erlina Burhan, SpP(K), MSc, Anggota Bidang Kajian Penanggulangan Penyakit Menulari PB IDI menegaskan bahwa bakteri ini bukanlah hal baru di Indonesia.

"Di Indonesia sendiri bakteri ini sudah cukup lama, berdasarkan studi tahun 2022, 26% dengan gejala ringan dan tidak perlu perawatan khusus," ucap Dr. Erlina, mengutip pada Kamis (7/12).

Meningkatnya kasus Mycoplasma Pneumonia di China baru-baru ini menjadi perhatian para dokter di Indonesia. Pasalnya, diketahui penyakit ini sudah ada cukup lama, dan mempertanyakan apakah adanya mutasi virus pada infeksi tersebut.

Baca Juga: Stem Cells, Terapi Menggunakan Sel Manusia untuk Kesehatan

Penyakit yang menyerang saluran pernapasan ini dikenal 'misterius' karena pihak China yang tidak memberitahu dnegan jelas bagaimana kondisi pasien disana, sehingga membuat WHO terus memusatkan perhatian pada mereka.

Dalam penuturannya, Dr. Erlina menjelaskan pembagian pneumonia menjadi tiga kategori, Pneumonia Komunitas, Pneumonia Nosokomial yang ditularkan saat pasien dirawat di rumah sakit, dan Pneumonia terkait Ventilator.

"Untuk kasus ini, lebih sering disebabkan oleh Pneumonia Komunitas, karena terjadi di masyarakat dan penyebarannya terjadi di komunitas atau lingkungan masyarakat," pungkasnya.

Penyebaran Mycoplasma Pneumonia pada Seseorang

Bakteri M. pneumoniae. Foto: istimewa
Bakteri M. pneumoniae. Foto: istimewa

Diketahui bahwa penyebab utama dari pneumonia adalah virus, bakteri, jamur dan parasit. Namun dalam kasus terbaru ini, bakteri atipikal menyebabkan penyebaran virus melalui droplet udara.

Mycoplasma Pneumonia merupakan bakteri kecil dengan ukuran hanya 0,58 hingga 2,20 Mb, yang ditularkan dengan cairan droplet melalui udara (airbone).

Baca Juga: Gen Z Lebih Peduli Kesehatan Mental, Tapi Tingkat Bunuh Diri Lebih Tinggi

Bakteri tersebut menempel pada epitel di saluran pernapasan, kemudian menimbulkan kerusakan pada saluran tersebut, dan memproduksi suatu zat berbahaya pada sel.

Jika sel epitel dan sekitarnya menjadi rusak, maka akan timbul sebuah cairan yang menimbulkan bersin dan batuk yang mengeluarkan cairan tersebut pada orang lain.

Menurut penuturan Dr. Erlina, Mycoplasma akan muncul setelah satu hingga empat minggu masa inkubator, di mana sebelumnya para penderita tertular melalui udara saat di luar ruangan atau bertemu orang lain.

Beberapa gejala pada infeksi ini diantaranya batuk, sakit tenggorokan, lemas, demam, hingga nyeri kepala, bahkan dalam kasus terburuk ditemukan efusi pleura atau eksaserbasi pada penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

"Di China sendiri gejala anak yang timbul hampir sama, namun ditambah dengan napas berbunyi bahkan muntah dan diare," sambungnya.

Baca Juga: Duh, Kecanduan Ponsel Berpengaruh pada Kecemasan dan Kesehatan Mental

Dalam mengatasi dan mengobati penyakit 'misterius' ini, WHO telah membuka suara dan mengimbau masyarakat untuk kembali melakukan protokol kesehatan berupa memakai masker, menjaga jarak, dan rajin cuci tangan untuk menghindari penularan semakin menjadi.

"Kalau terdapat gejala, maka hilangkan dahulu gejala yang ada. Seperti demam, dapat diberikan paracetamol, lalu mendapatkan hidrasi yang cukup serta istirahat jika terasa tidak enak badan," tutup Dr. Erlina.

Editor


Komentar
Banner
Banner