Kasus pembunuhan

Kronologis Ibu dan Anak Dibunuh Tetangga di Pasuruan

Ibu dan anak dibunuh tetangga sendiri di Kota Pasuruan. Polisi ungkap kronologisnya.

Featured-Image
Rumah Ibu dan anak dibunuh tetangga di Pasuruan. Foto: tangkap layar IG @seputar_pasuruan

bakabar.com, PASURUAN - Ibu dan anak dibunuh tetangga sendiri di Kota Pasuruan. Polisi ungkap kronologisnya.

Sebagai informasi, pembunuhan terjadi di kawasan Bugul Lor, Kota Pasuruan pada Sabtu (30/12). Korban adalah Ida (54) dan Ahmad Fauzi (13), sementara pelaku adalah Muji Slamet (40).

Kejadian itu terjadi pukul 04.30 WIB. Menurut polisi, pelaku ingin merampok rumah korban dengan cara lompat pagar.

Pelaku yang saat itu melihat Ida di tokonya, langsung menyekapnya dari belakang. Ida tak berdaya, lalu pingsan. 

"Setelah pingsan, langsung disekap dan diikat," kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Rudy Hidajanto, Minggu (31/12).

Baca Juga: Geger! Ibu dan Anak Dibunuh Tetangga di Pasuruan

Setelah itu, pelaku masuk ke dalam rumah korban yang berada di belakang tokonya. Pelaku mendapati korban Fauzi yang sedang tidur.

Pelaku kembali gelap mata dan langsung menyergap Fauzi yang sempat melakukan perlawanan. Pelaku pun memukul leher belakang korban menggunakan pompa angin.

"Setelah tidak berdaya, Muji lantas menyeret korban ke musala rumah. Korban lalu diikat dan mulutnya disumpal," ucap Rudy.

Pelaku pun menggeledah rumah korban untuk merampok hingga pukul 08.00 WIB. Aksi itu dilakukan hingga anak perempuan korban, Chusnul (20).

Chusnul lalu melihat darah di lantai rumahnya. Dia pun berjalan ke musala rumah sambil video call dengan pacarnya untuk memberitahu kejadian itu. 

"Pelaku sempat menyergap Chusnul dalam kondisi masih video call dengan pacar," papar Rudy.

Baca Juga: 5 Daerah Jatim Masuk Rawan Pemilu 2024, Mulai Madura hingga Pasuruan

Pacar Chusnul langsung tanggap dan menuju lokasi bersama warga. Pelaku pun kepergok masih di rumah korban.

Warga yang melihat langsung menghajar pelaku. Polisi langsung menuju lokasi kejadian pukul 09.00 WIB.

"Motif sementara ini, pelaku iri kepada korban karena dagangannya laris," ujar Rudy.

Kini, dua korban masih dilakukan autopsi di RS Bhayangkara Surabaya. Sementara pelaku juga masih dirawat di rumah sakit karena luka-luka.

Editor
Komentar
Banner
Banner