KPK Yang Lucu

KPK Tumpul! Ciut Usut Nikel Gelap Kalsel hingga DAS Ampal Balikpapan

KPK sedang tumpul. Tak bernyali. Ciut. Banyak kasus mandek yang akhirnya memicu tanya.

Featured-Image
Logo Komisi Pemberantasan Korupsi. (Foto: apahabar.com/Aditama)

bakabar.com, JAKARTA - KPK sedang tumpul. Tak bernyali. Ciut. Banyak kasus mandek yang akhirnya memicu tanya.

Sebut saja kasus ekspor gelap nikel dari Kalsel ke China oleh PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO). Atau soal amis korupsi di proyek DAS Ampal Balikpapan.

KPK kerap memberi jawaban usang ketika ditanya soal kelanjutan kasus-kasus tersebut. "Sedang kami selidiki. Menunggu berkas lengkap" dan apapun itu.

Baca Juga: Celah Menjerat SILO dari Ekspor Gelap Nikel Kalsel ke China!

"Kalau terkait suatu kasus, tentu KPK seharusnya bisa update kepada publik bagaimana kelanjutannya. Saya pikir pimpinan KPK tetap harus mengikuti aturan main," kata Mantan Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo pada bakabar.com, Minggu (24/9).

Terlepas berdaya atau tidak KPK mengusut kasus bersifat oligarki, publik tetap punya hak untuk tahu. Bukan malah diendapkan. Apalagi disembunyikan atau dihindari.

Contoh ketika bakabar.com menanyakan update kasus nikel gelap PT SILO. KPK malah memilih untuk menunggu. Apakah ada dugaan korupsi di dalamnya sebelum bertindak.

Baca Juga: Dugaan Korupsi DAS Ampal Belum Diusut KPK, MAKI: Kita Tunggu Saja

Padahal jelas-jelas mereka sendiri yang mengungkap adanya dugaan nikel ilegal dari SILO. Walaupun pada akhirnya diklarifikasi tak ada penyelundupan. Tapi tak sengaja terkirim.

Makin lucu ketika KPK membuat pernyataan 'bocil'. Kalau tak ada tindak pidana korupsi, bukan tugas mereka. Tapi wewenang polisi.

Ironisnya, ketika Polri tidak menunjukkan antensi untuk mengusut, KPK juga enggan menjemput bola.

Hal serupa juga dikesankan KPK. Ketika membicarakan kepungan tambang ilegal di IKN dan atau DAS Ampal. Jawabannya template. 

Baca Juga: Laporan Tambang Ilegal IKN Tak Digubris Polda Kaltim!

"Tidak ada update apa-apa soal kasus itu," kata Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur saat dikonfirmasi bakabar.com

Tentu saja tak hanya kasus-kasus itu. Kalau dirincikan, masih banyak lagi. Misalnya soal tahanan yang bertemu perwira TNI di lantai 15 KPK.

Inti pertanyaannya; apa yang terjadi dengan KPK? Sesulit itu kah menyampaikan fakta ke publik? Atau? Jawab sendiri.

Editor
Komentar
Banner
Banner