Kereta Api Impor

Kereta Api Impor Bermasalah, MTI: Pemerintah Harus Buat Sendiri

Ketua umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Tory Damantoro mendorong pemerintah kreatif menciptakan kereta api sendiri.

Featured-Image
Ketua MTI, Tory Damantoro dalam konferensi pers di Stasiun Kereta Cepat Halim, Jakarta Timur, Rabu (27/12) Foto: apahabar.com/Ayyubi

bakabar.com, JAKARTA - Ketua umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Tory Damantoro mendorong pemerintah kreatif menciptakan kereta api sendiri.

Sebelumnya mengemuka polemik rolling stock KRL impor kereta bekas, serta cost overrun kereta cepat, dan sebagainya. Kereta-kereta bekas itu sempat mengalami hambatan setelah baru beroperasi sebulan.

"MTI melihat pemerintah harus mulai serius untuk membangun industri kereta api," ujar Tory.

Baca Juga: Reaksi Menhub Budi soal Progres Kereta Api Kalsel: Digarap Swasta?

Selama ini PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA hanya memproduksi counterpart-nya kereta api-nya saja.

Sementara, pembangunan LRT Jabodebek sepanjang 42 km yang menghabiskan biaya hingga Rp31 triliun menggunakan rolling stock. Yang diimpor dari Korea Selatan, Hyundai Roterm.

Lalu, ada juga pembangunan Kereta Cepat Whoosh yang memakan biaya hingga Rp114 triliun. Rolling stock-nya juga masih impor karena diproduksi oleh CRRC Qingdao Sifang asal China.

Baca Juga: Timnas Amin Bongkar Alasan Kalsel Perlu Kereta Api

Untuk itu, MTI mendorong INKA untuk fokus memproduksi rolling stock dan suku cadang. Agar Indonesia bisa mandiri membangun industri perkeretaapian Indonesia.

"Belum lagi nanti kalau ada pembangunan MRT tahap 4, tahap 3, dan sebagainya. Jadi dengan triliunan rupiah ini harus kemudian secara serius pemerintah membangun industri kereta api, termasuk rolling stock," lanjutnya.

Pembangunan MRT juga masih menggunakan barang impor. Sepeti sistem perkeretaapian (railway system) dan pekerjaan rel (trackwork) MRT Jakarta.

Baca Juga: Makin Berani, APK Masuk Lintasan Kereta Api di Semarang

Kata dia, dua hal itu dikerjakan oleh Metro One Consortium (MOC). Yaitu Mitsui & Co. - Tokyo Engineering Corporation - Kobe Steel, Ltd - Inti Karya Persada Tehnik) dan CP108 untuk rolling stock oleh Sumitomo Corporation.

"PT INKA kalau bisa ada jilid 1, jilid 2, dan jilid 3 untuk masing-masing jenis-jenis moda kereta api yang kita butuhkan untuk pembangunan di Indonesia," tandas dia.

Editor
Komentar
Banner
Banner