bakabar.com, JAKARTA – Kesehatan mental berpengaruh besar pada kesehatan fisik. Aktivasi hormon bahagia untuk kesehatan mental yang baik.
Melansir Cleveland Clinic, hormon ialah senyawa kimia yang berkoordinasi untuk menjalankan beragam fungsi dalam tubuh Anda, menghantar pesan melalui sirkulasi darah ke organ, kulit, otot, dan jaringan lainnya.
Pesan-pesan ini memberikan petunjuk kepada tubuh mengenai tindakan yang perlu diambil dan kapan harus diambil. Hormon memiliki peran sangat penting dalam kelangsungan hidup dan kesehatan.
Hormon mengawasi sejumlah proses berbeda dalam tubuh, termasuk, metabolisme, pengaturan tekanan darah, kadar gula darah, keseimbangan cairan dan elektrolit, serta suhu tubuh, pertumbuhan dan perkembangan, fungsi seksual, reproduksi, pola tidur dan bangun, dan keadaan emosi atau suasana hati.
Baca Juga: 5 Manfaat Jalan Kaki, Bisa Jaga Kesehatan Fisik dan Kesehatan Mental
"Hormon bahagia" adalah istilah umum yang merujuk pada sekelompok hormon yang terlibat dalam regulasi suasana hati, emosi, dan perasaan senang. Beberapa hormon yang berperan dalam merasa bahagia meliputi:
Serotonin: Serotonin adalah neurotransmitter yang berperan dalam mengatur suasana hati, tidur, nafsu makan, dan fungsi kognitif. Ketidakseimbangan serotonin dikaitkan dengan gangguan suasana hati seperti depresi dan gangguan kecemasan.
Oksitosin: Oksitosin sering disebut hormon "cinta". Sebab hormin ini terkait dengan interaksi sosial dan hubungan emosional. Hormon ini dilepaskan selama kontak fisik, seperti saat berpelukan atau ciuman, serta berperan dalam proses persalinan dan menyusui.

Dopamin: Dopamin adalah horman yang lepas ketika tubuh merasakan kenikmatan. Hormon ini berperan dalam mengatur pergerakan, motivasi, dan belajar. Peningkatan kadar dopamin dapat menyebabkan perasaan senang dan euforia.
Baca Juga: Mengenal Slow Living, Hidup Penuh Ketenangan untuk Kesehatan Mental
Lalu apa yang harus dilakukan untuk membuat hormon bahagia kita selalu aktif? Berikut hal-hal yang bisa dilakukan:
Menurut studi ilmiah yang berjudul Effect of sunlight exposure on cognitive function among depressed and non-depressed participants: a REGARDS cross-sectional study, mengungkap bahwa paparan sinar matahari pagi memiliki dampak pada suasana hati. Ini disebabkan oleh kemampuan sinar matahari untuk meningkatkan produksi hormon serotonin. Serotonin berperan penting dalam mengatur suasana hati, emosi, nafsu makan, dan pencernaan.
Untuk memaksimalkan paparan sinar matahari, Anda bisa memulai dengan berjalan santai selama 10 hingga 15 menit di luar rumah setiap hari.
2. Berolahraga

Studi dalam jurnal Neuropsychopharmacology juga menyatakan bahwa olahraga bisa menjadi bentuk terapi yang efektif bagi individu dengan masalah ketergantungan obat. Aktivitas fisik seperti olahraga dapat meningkatkan reseptor dopamin dan membantu membangun suasana hati yang lebih positif serta meningkatkan rasa harga diri, yang seringkali turun saat melawan ketergantungan.
3. Memasak Makanan Favorit Bersama Pasangan
Jenis makanan yang dikonsumsi juga berpengaruh terhadap hormon. Makanan pedas misalnya, dapat merangsang pelepasan endorfin. Yoghurt, kacang-kacangan, telur, daging rendah lemak, dan almond memiliki kaitan dengan pelepasan hormon dopamin. Makanan kaya triptofan dapat meningkatkan kadar serotonin.
Baca Juga: Hati-hati, Memaksa Anak Berpengaruh Buruk pada Kesehatan Mentalnya
4. Mendengarkan Musik6. Perjalanan ke Tempat Baru
7. Pola Makan Sehat
Penting untuk diingat bahwa suasana hati dan emosi melibatkan interaksi yang kompleks antara berbagai hormon, neurotransmitter, dan faktor-faktor lainnya. Keseimbangan hormonal yang tepat dan gaya hidup sehat dapat berkontribusi pada perasaan bahagia dan kesejahteraan mental secara keseluruhan.