Kontroversi Rocky Gerung

Kecam Rocky Gerung, Ritual Potong Babi Digelar di Balikpapan

Kecaman terhadap Rocky Gerung terus bermunculan di Kota Balikpapan. Terbaru ormas adat di Balikpapan menggelar aksi di simpang tiga Sepinggan, Rabu (2/8) pagi. 

Featured-Image
Aksi potong babi dilakukan gabungan ormas adat di Balikpapan, Rabu (2/7) pagi. (apahabar.com/ Arif Fadillah)

bakabar.com, BALIKPAPAN - Kecaman terhadap Rocky Gerung buntut pernyataannya yang menyebut Presiden Jokowi sebagai 'bajingan tolol' terus bermunculan di Kota Balikpapan.

Terbaru sekelompok organisasi masyarakat atau ormas adat di Balikpapan menggelar ritual potong babi di Simpang Tiga Sepinggan, Rabu (2/8) pagi. 

Mereka berkumpul di Tugu KB, Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan. Satu per satu massa berteriak "Tangkap Rocky Gerung" sebagai bentuk kecaman. 

Baca Juga: Rocky Gerung Diduga Hina Jokowi, Gibran: Santai!

Selain melakukan orasi dan pembakaran ban, massa aksi juga melakukan pemotongan babi. Aksi itu sebagai simbol rasa sakit hati atas pernyataan Rocky Gerung yang viral di sejumlah media sosial. 

Baca Juga: Resmi, Tim Hukum PDIP Laporkan Rocky Gerung ke Bareskrim

Usai melakukan orasi, bakar ban dan pemotongan babi, massa aksi pun bergeser ke Polda Kaltim untuk melakukan pelaporan secara resmi ke pihak kepolisian. 

Ketua DPC LPADKT-KU BALIKPAPAN Nasion Lasung menjelaskan aksi tersebut merupakan bentuk reaksi atas ucapan yang dilontarkan Rocky Gerung. 

Baca Juga: Ratusan Massa di Balikpapan Bakar Poster Rocky Gerung!

"Rocky Gerung sudah menyakiti hati masyarakat Republik Indonesia. Dia sudah menghina nama baik Presiden RI, bapak Jokowi," ujar Nasion. 

Dia pun menegaskan akan melaporkan Rocky Gerung ke Polda Kaltim agar bisa diberikan hukuman yang setimpal. 

Ratusan massa dari berbagai organisasi kemasyarakatan sebelumnya juga menggelar aksi di simpang empat BSCC Dome Balikpapan, Selasa (1/8) pukul 14.00 Wita.

Gelaran aksi dengan membakar poster Rocky Gerung tersebut merupakan bentuk protes mereka atas ucapan yang dilontarkan pendiri Setara Institute dan fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi itu. 

Editor


Komentar
Banner
Banner