bakabar.com, JAKARTA – Dolphin parenting merupakan pola asuh anak yang mengedepankan pendekatan kolaboratif dan fleksibilitas dalam mendidik anak.
Pola pengasuhan memiliki beragam bentuk dan cara. Tiger parenting merupakan pola asuh dengan pendekatan otoriter, Jellyfish parenting mengedepankan fleksibilitas dan santai, sedangkan Elephant parenting menjadi pola asuh yang memberikan dukungan dan perlindungan yang besar kepada anak. Lalu apa yang dimaksud sebagai Dolphin parenting?
Dua metode pengasuhan yang umum digunakan adalah pola pengasuhan Dolphin parenting dan pola Elephant parenting.
Melansir Very Well Family (15/9), Elephant parenting, sebagaimana pengasuhan Jellyfish parenting yang bertujuan untuk membuat anak-anak merasa bahagia dan emosional terpenuhi.
Misalnya, jika anak-anak kurang tertarik pada pelajaran sekolah tetapi terlihat gembira dan merasa aman, orang tua gajah tidak akan terlalu khawatir. Mereka cenderung memberikan perhatian dan perlindungan yang berlebihan, kadang-kadang terlalu protektif.

Sementara itu, pola Dolphin parenting, juga memiliki rasa kasih sayang yang sama seperti Elephant parenting, tetapi lebih tegas dalam pendekatannya sambil tetap mempertahankan fleksibilitas yang sehat.
Seperti lumba-lumba yang bergerombol dalam kelompok kecil, Dolphin parenting bersifat kolaboratif dan komunikatif, bekerja secara langsung dengan anak-anak mereka untuk mencari solusi, memperbaiki perilaku, dan menetapkan tujuan.

Pengasuhan lumba-lumba adalah keseimbangan antara kedua ekstrem ini dan memiliki aura berwibawa.
Mereka bekerja sama dalam kolaborasi dan menggunakan bimbingan serta teladan sebagai alat untuk mendidik dan membesarkan anak-anak mereka.