bakabar.com, JAKARTA - Aipda Aksan mengunggah video yang membongkar dugaan mafia di tubuh Polri. Kali ini terkait setoran sejumlah uang ke polisi tertentu untuk menjamin kelulusan seorang calon polisi.
Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) menjelaskan hal tersebut adalah rahasia umum.
"Apa yang disampaikan Aipda Aksan itu sudah menjadi rahasia umum. Pernyataannya menarik perhatian publik karena dinyatakan oleh personel Kepolisian sendiri untuk membuka 'rahasia' tabu organisasi," ujar Pengamat Kepolisian dari ISESS, Bambang Rukminto kepada apahabar, Senin (5/12).
Bambang menjelaskan, meskipun saat ini Aipda Aksan telah membuat video klarifikasinya, pengakuan Aipda Aksan itu bisa saja benar karena telah berulang kali dimutasi akibat perbuatannya tersebut.
Baca Juga: Rumor Miring di Balik Tewasnya Polisi di 'Kampung Narkoba' Puntun
Ketika ditelusuri latar belakang kasusnya, Aipda Aksan juga pernah menuliskan keluh kesahnya di media sosial pada tahun 2021 lalu. Kala itu, Aipda Aksan menuliskan keluh kesahnya pada media sosial Facebook.
"Meskipun itu bisa jadi benar, secara organisasi hal itu tentu akan dianggap melanggar 'etik', karena membocorkan 'borok' di institusinya. Etika seperti itu tentu salah kaprah dalam sebuah organisasi penegak hukum, tetapi bisa dibenarkan dalam sebuah organisasi 'mafia'," ungkapnya.
Selain itu, dirinya menyoroti belum adanya suatu wadah yang bisa menjembatani antara personel untuk mengungkap keluh kesahnya. Dirinya juga menyoroti Divisi Propam yang akhir-akhir ini malah kerap dirundung masalah.
"Sampai sekarang belum ada saluran yang dipercaya internal untuk menyampaikan keluhannya. Sebenarnya bisa disampaikan ke Propam, atau Irwasum tetapi dengan melihat berbagai kasus yang menimpa Propam saat ini, personel menjadi tidak percaya," katanya.
"Makanya, mereka lebih memilih menyampaikan di medsos dengan berbagai resikonya, (yaitu) dikenai sanksi etik atau disiplin," imbuhnya.
Baca Juga: Ragu dengan Objektivitas Polisi, Pengamat: Bentuk Tim Gabungan untuk Usut Ismail Bolong!
Lebih lanjut, Bambang menilai para personel Polri pun akan sulit berkeluh kesah jika struktur yang ada masih terus digunakan. Ia pun berharap agar ke depan, Polri bisa membentuk Dewan Kehormatan untuk profesinya.
"Berat sekali bila strukturnya masih seperti saat ini. Harus dibentuk lembaga semacam dewan kehormatan profesi Kepolisian, yang juga melibatkan lembaga eksternal seperti Kompolnas," pungkasnya.
Sebelumnya, beredar video viral curhatan seorang anggota polisi yang mengaku dimutasi imbas membongkar dugaan korupsi Kapolres Palopo. Ia meminta kepada Kapolri untuk memberantas mafia yang ada di tubuh Polri.
"Kepada Yth. Bapak Kapolri, tolong institusi Polri dibersihkan dari mafia-mafia yang masih bersarang di tubuh Polri. Polri sekarang semakin tidak karuan, karena dari awal memang sudah tidak bagus rekrutmennya," ungkap Aipda Aksan dalam rekaman video tersebut.