Kemenkop UKM

Proyek Percontohan Minyak Makan Merah Dimulai pada 2023

Kementerian Koperasi dan UKM optimis (Kemenkop UKM) optimis proyek percontohan minyak makan merah akan mulai beroperasi pada 2023

Featured-Image
Deputi Bidang Perkoperasian KemenkopUKM Ahmad Zabadi sampaikan konfrensi pers di gedung Kementerian Kopersi Selasa (11/8).

bakabar.com, JAKARTA– Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) optimis proyek percontohan minyak makan merah akan mulai beroperasi pada 2023.

Deputi Bidang Perkoperasian Kemenkop UKM Ahmad Zabadi menjelaskan 3 kawasan yang menjadi lokasi proyek percontohan itu Deli Serdang, Langkat dan Asahan.

Tiga daerah tersebut memiliki posisi yang dekat dengan pabrik Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS).

“Akan dilaunching bapak Presiden pada Januari tahun yang akan datang (2023),” ucap Ahmad Zabadi dalam konfrensi pers minyak makan merah di Gedung Kementerian Koperasi Jakarta, Selasa (8/11).

Baca Juga: Menteri Teten Sebut 20,5 Juta UMKM Sudah Masuk ke Ekosistem Digital

Kedekatan jarak antara pabrik CPO dengan pabrik minyak makan merah akan memudahkan proses produksi.

“Jaraknya hanya sekitar 100 meter sehingga cukup dialiri dengan pipa dari pabrik CPO ke minyak makan merah yang proses sedang berjalan,” ujar Ahmad Zabadi.

Walaupun saat ini pekerjaan mengalami kendala akibat tingginya curah hujan yang terjadi di Sumatra Utara, namun semua itu sudah diantisipasi oleh tim di lapangan.

Tercatat luas lahan sawit yang dimiliki oleh petani sampai hari ini sekitar 15 juta hektar atau sekitar 41 persen dari total lahan sawit di Indonesia.

Baca Juga: Awal 2023, Ditargetkan 20 Juta Data UMKM Terintegrasi di SIDT

Maka untuk bisa meningkatkan kesejahteraan petani, diperlukan pengembangan kebijakan yang salah satunya dengan minyak makan merah.

Ahmad Zabadi  melihat potensi sawit yang begitu besar maka nilai tambahnya bukan saja di Tandan Buah Segar (TBS) tapi juga di produk turunannya.

"Sehingga kita berkeinginan bagaimana program ini dapat memberikan nilai tambah tinggi bagi kesejahteraan petani,” ungkap Ahmad Zabadi.

Editor
Komentar
Banner
Banner