Peristiwa & Hukum

Pria Meninggal di Toilet PPM Sampit, Tak Ada Tanda Kekerasan

Polisi menyebutkan dari hasil visum, tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan terhadap pria paruh baya, yang ditemukan meninggal di toilet PPM Sampit.

Featured-Image
Proses evakuasi jasad pria paru baya yang ditemukan meninggal di toilet PPM Sampit, Selasa (27/2/2024). Foto: Polres Kotim

bakabar.com, SAMPIT - Kepolisian angkat bicara terkait pria paruh baya yang ditemukan meninggal di toilet Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit.

Sat Reskrim Polres Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng, membuka hasil visum yang menyebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Kapolres Kotim, AKBP Sarpani, melalui Kasat Reskrim AKP Besrom Purba mengungkapkan, pada saat ditemukan jasad korban dalam posisi tertelungkup depan pintu dalam toilet. 

"Hasil Visum Et Repertum (VER) tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Menurut keterangan anak kandung korban, almarhum menderita sakit jantung dan stroke ringan," kata Besrom Purba

"Keluarga juga tidak mau korban diotopsi, mereka sudah mengikhlaskan kepergian almarhum," sambungnya.

Sebelumnya, warga di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit dihebohkan dengan ditemukannya seorang pria paruh baya yang meninggal di toilet, Selasa (27/2/2024) sekitar pukul 10.30 WIB.

Korban diketahui berinisial SA (67), pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS). 

Korban ditemukan oleh Mahpuddin, penjaga toilet yang juga merupakan petugas keamanan pasar setempa. Ia curiga karena cukup lama berada di toilet.

Setelah diketuk tidak mendapatkan respons, kemudian dibuka paksa dan terlihat korban sudah tidak bergerak.

Atas kejadian tersebut, saksi langsung melapor ke Polres Kotim, kemudian jasad korban dievakuasi menggunakan ambulance PMI Kotim untuk dilakukan pemeriksaan medis di rumah Sakit dr Mujani Sampit.

Kini jasad korban sidah dibawa ke rumah duka di Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, untuk disemayamkan.

Editor


Komentar
Banner
Banner