Ban

Pilih Satu! Isi Tekanan Ban Pakai Nitrogen atau Angin Biasa

Tak sedikit dari pemilik kendaraan yang tidak paham terkait boleh tidaknya mencampur nitrogen dengan angin biasa saat mengisi tekanan angin pada ban.

Featured-Image
Proban. (Foto: apahabar.com/Aditama)

bakabar.com, JAKARTA - Tak sedikit dari pemilik kendaraan yang tidak paham terkait boleh tidaknya mencampur nitrogen dengan angin biasa saat mengisi tekanan angin pada ban.

Pasalnya, terdapat tanggapan mengenai efek buruk jika mencampur nitrogen dengan angin biasa. Lantas benarkah demikian?

"Jika keduanya dicampur sebenarnya kurang bagus. Karena jika keduanya dicampur sama saja seperti diisi angin biasa," ujar mekanik Proban, Yusuf pada tim bakabar.com, Rabu (3/5).

Ia berkata lebih disarankan untuk memilih salah satu antara nitrogen atau angin biasa, tanpa mencampur keduanya.

Baca Juga: PLN Siapkan 108 Charging Station Guna Sukseskan KTT ASEAN

"Efeknya jika kedua hal itu digabungkan (nitrogen dan angin biasa) nanti ban akan terasa keras dan tidak nyaman bagi pengemudi," tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan jika mengisi ban dengan nitrogen akan menyebabkan ban tersebut tidak sekeras saat diisi angin biasa karena nitrogen tidak mengandung air.

"Karena nitrogen tidak mengandung air, jadi bannya bakal lebih awet, beda sama angin biasa yang masih ada zat air di dalamnya," imbuhnya.

Ia pun menyarankan untuk lebih menggunakan nitrogen kala mengisi tekanan angin pada ban.

Penyebab Ban Botak Sebelah Setelah Mudik

Ia juga berkata layaknya ban yang kurang angin, ban yang botak sebelah setelah mudik juga akan terasa bagi pengendara.

Baca Juga: Buntut Invasi ke Ukraina, Hyundai Angkat Kaki dari Pasar Mobil Rusia?

"Kalau untuk ban depan botak sebelah pasti karena sokbreakernya ada yang bocor di salah satu bagian," jelasnya.

Sementara untuk ban belakang, menurutnya bisa karena karet mounting.

"Jadi sangat disarankan untuk melakukan pengecekan kondisi keadaan ban setelah mudik," pungkasnya.

Editor
Komentar
Banner
Banner