Penipuan Tiket Coldplay

Penipu Tiket Coldplay Depok Pernah Retas Situs Emirates Airlines

Penipu tiket konser Coldplay Depok; Dharma Sakti (25) ternyata hacker. Dia bisa membobol website.

Featured-Image
Penipu Tiket Coldplay Diamankan Polres Metro Depok

bakabar.com, DEPOK - Penipu tiket konser Coldplay Depok; Dharma Sakti (25) ternyata hacker. Dia bisa membobol website.

Fakta itu diungkap Polres Metro Depok baru-baru ini. Dharma tak cuma sekali melakukan aksinya.

Pemuda pengangguran itu bisa meretas website apapun. Bahkan ia mengeklaim pernah membobol situs Emirates Airlines, Miles Balance hingga Paypal.

Baca Juga: Satu Lagi Penipu Tiket Coldplay Ditangkap

"Bisa jadi (hacker)," singkat Dharma Sakti di Mapolres Metro Depok, Jumat, (24/11)

Disinggung tiket konser Coldplay, kata dia, juga sudah mencobanya. Klaimnya juga berhasil.

"Karena saya sudah pernah mencoba trip yang sebelumnya di Bukit Jalil (Malaysia) itu saya lolos, sudah berhasil. Mungkin ya tidak berlaku di GBK (Konser Coldplay di Gelora Bung Karno Jakarta)," akunya.

Ditanyakan soal 30 orang korban, Dharma mengaku cuma satu yang membuat laporan tertulis.

"Ada empat rombongan, tapi jumlahnya lebih (dari 30) untuk jumlahnya saksi yang lebih tahu. Satu rombongan bisa 10, ada yang 2 orang," katanya.

Dharma bahkan mengaku sebelumnya dia sempat menjadi joki war. Karena bisa membuat bot speed yang dapat mengambil beberapa tiket. Jadi lebih cepat dari orang standar dengan koneksi internet normal. "Saya bisa bikin boost maju," ungkapnya.

Punya keahlian dibidang IT, Dharma mengaku telah belajar hacker sejak 2016. Dan menguasai mulai tahun 2017 sampai saat ini.

Baca Juga: Penipu Tiket Coldplay Ghisca Punya Barang Mewah Rp600 Juta

Namun ia membantah niat awal menipu korban dengan tiket palsu. Kata dia, hanya ingin mencoba membobol website tiket konser.

"Cita-cita pemain itu semuanya tetap ingin konsumennya dapat (tiket konser) walapun dengan harga yang tidak begitu tinggi, karena rate calo Indonesia sangat tidak masuk akal untuk dimasukkan ke kantong pelajar," ujarnya.

Saat ditanya apakah para korban mengetahui tiket konser yang didapat berasal dari membobol website, Dharma tak membantah.

"Tahu, saya selalu menjelaskan semua itu rinci kepada promotor-promotor begitu disetujui ya saya kerjakan," terangnya.

"Dulu sempat ada war Justin Bieber, tapi tidak jadi, pertama kali saya menyentuh konser ya itu, terus beberapa pay dari tiket.com untuk acara dwp (Djakarta Warehouse Project) beberapa tahun lalu saya pernah pay juga," ceritanya.

Sementara itu, Wakasat Reskrim Polres Metro Depok AKP Markus Simaremare memberi penjelasan. Kasus ini bermula dari salah satu korban yang berteman dengan seorang saksi. Ia bisa menghubungi para pelaku.

"Kemudian tersangka memberi tahu agar dibuatkan grup untuk pembelian tiket selanjutnya ada tiga orang lagi sebagai korban termasuk dari tersangka termasuk dalam grup WhatsApp," jelasnya.

Kemudian, mereka dijanjikan pelaku bisa mengusahakan tiket konser Coldplay yang dilaksanakan 15 November 2023. Uang lalu disetorkan ke saksi.

Baca Juga: Lagi, Polisi Terima Dua Laporan Penipuan Tiket Konser Coldplay

"Ada pemesanan di Cat 5 dan Car 3 dengan total kerugian Rp11 juta, Cat 5 dibayar Rp2,5 juta kemudian Cat 3 Rp6 juta jadi empat orang menyetor sebesar Rp11 juta," papar Simaremare.

Setelah itu pelaku mengirimkan file pdf yang seolah-olah invoice untuk ditukar sesuai dengan ID pemesanan pada hari H. Namun, saat di GBK ternyata tidak bisa ditukarkan.

"Sehingga mereka merasa dirugikan dan melapor kejadian ke Polres Metro Depok," tutup Simaremare.

Editor
Komentar
Banner
Banner