Perdagangan Luar Negeri

Kadin Minta Pengusaha Lokal Buka Diri untuk Perdagangan Luar Negeri

Wakil Ketua Departemen Investasi Kadin Kevin Wu meminta pengusaha lokal harus membuka diri untuk melihat peluang perdagangan dengan China.

Featured-Image
Diskusi "Choice MatchSupple and Purchase Matchmaking Meeting" yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Jakarta, Rabu (29/3/2023). Foto: ANTARA

bakabar.com, JAKARTA - Wakil Ketua Departemen Investasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kevin Wu meminta kepada para pengusaha lokal harus membuka diri untuk melihat peluang perdagangan dengan negara lain termasuk China.

"The beauty of competition adalah kita menjadikan setiap usaha itu lebih efisien, lebih punya daya saing dan sebagainya. Kalau kita takut membuka diri, kita enggak bisa maju," ujar Kevin usai pembukaan "Choice MatchSupple and Purchase Matchmaking Meeting" di Jakarta, Rabu (29/3).

Kevin menyampaikan, era globalisasi membuat berbagai produk dari negara lain masuk ke Indonesia dengan mudah. Hal ini tidak dapat dibendung sehingga satu-satunya cara adalah meningkatkan mutu dan mencari informasi.

Kadin sebagai rumah pengusaha Indonesia juga membantu pengusaha lokal untuk lebih berani untuk menunjukkan produk-produknya.

Baca Juga: Kadin Minta Keringanan untuk Pembagian THR bagi Industri Padat Karya

Baca Juga: Transformasi Kawasan, Kadin: Semua Menteri Ekonomi Dukung ASEAN BAC

"Kadin sebagai rumah pengusaha Indonesia juga meng-empower pengusaha lokal berani tampil percaya diri dengan punya partner di luar, mereka juga bisa bersaing. Tadi mereka juga membuka diri untuk produk-produk yang mereka bisa jual di China seperti kopi dan sebagainya," kata Kevin.

Lebih lanjut, dalam sebuah perdagangan yang diuntungkan adalah konsumen. Pembeli cenderung mencari harga yang lebih murah dan berkualitas. Oleh karena itu, menurut Kevin pengusaha lokal seharusnya tidak mengendurkan semangat untuk menghadirkan produk yang lebih efisien dan efektif.

"Akibat dari perdagangan ini, mereka juga butuh bahan baku, mereka butuh tenaga kerja, trading logistik dan lainnya jadi bisnis ini jangan dilihat dari satu sisi, bisnis ini hal bersifat holistik yang luas, mulai dari tenaga kerja, ekspor-impor, pergudangan dan sebagainya dan banyak sekali turunannya," kata Kevin.

Editor
Komentar
Banner
Banner