Borneo Hits

Usai Viral di Medsos, Penari Erotis di Jembatan Rumpiang Batola Minta Maaf

Setelah viral di berbagai platform media sosial (medsos), sesosok perempuan penari erotis di Jembatan Rumpiang, Barito Kuala (Batola), akhirnya meminta maaf.

Featured-Image
Personel Sat Samapta dan Sat Lantas Polres Batola memeriksa warga yang kedapatan berkumpul selepas tengah malam di atas Jembatan Rumpiang, Sabtu (23/3). Foto: Humas Polres Batola

bakabar.com, MARABAHAN - Setelah viral di berbagai platform media sosial (medsos), sesosok perempuan penari erotis di Jembatan Rumpiang, Barito Kuala (Batola), akhirnya meminta maaf.

Permintaan maaf perempuan tersebut disampaikan melalui video berdurasi 21 detik yang diperoleh bakabar.com, Senin (25/3).

"Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya minta maaf sedalam-dalamnya atas video ulun (saya) kemarin di atas Rumpiang yang tidak pantas dilihat dan tidak mengenakkan di bulan suci Ramadan," paparnya.

"Saya tidak akan mengulanginya lagi. Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh," sambungnya.

Sementara dalam kesempatan terpisah, si perempuan juga mengaku telah mengklarifikasi dan membuat surat perjanjian untuk tidak mengulangi aksi serupa di Polres Batola.

Baca Juga: Beredar Video Joget Erotis di Jembatan Rumpiang, Polres Batola Langsung Turun Tangan

"Ulun selaku yang bersangkutan sudah minta maaf dan tidak memperpanjang kisah lagi. Malam tadi sudah diurus ke kepolisian agar tidak mengulangnya lagi," paparnya kepada bakabar.com.

Kapolres Batola AKBP Diaz Sasongko, melalui Kasi Humas Iptu Ma'rum, mengonfirmasi tindakan yang dilakukan terhadap perempuan tersebut.

"Terkait video viral di Jembatan Rumpiang, sudah diselesaikan dengan cara pembinaan. Kemudian yang bersangkutan juga diingatkan untuk tidak melakukan perbuatan serupa," ungkap Ma'rum.

Terkait kegiatan yang berpotensi menggangu ketenteraman, Polres Batola juga telah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan sahur on the road.

Selain dapat mengganggu ketertiban umum, konvoi dan membunyikan musik dengan keras bisa memicu perkelahian atau tawuran antarkelompok. Demikian pula kebut-kebutan yang ditimpali knalpot brong.

"Kami juga berharap seluruh masyarakat dapat bekerja sama menjaga keamanan dan ketertiban, serta melakukan hal-hal positif yang dapat menambah nilai ibadah selama bulan suci," tutup Ma'rum.

Editor
Komentar
Banner
Banner