Borneo Hits

Kualitas Sungai Barito Turun Drastis, Ribuan Ikan di Marabahan Batola Mati

Ribuan ikan nila milik pembudidaya di Kecamatan Marabahan, Barito Kuala (Batola), mati massal dalam keramba apung.

Featured-Image
Diduga akibat penurunan kualitas air Sungai Barito, ribuan ikan nila mati dalam keramba apung di Kecamatan Marabahan, Barito Kuala (Batola). Foto: bakabar.com/Bastian

bakabar.com, MARABAHAN – Ribuan ikan nila milik pembudidaya di Kecamatan Marabahan, Barito Kuala (Batola), dilaporkan mati massal dalam keramba apung. Peristiwa luar biasa ini diduga kuat dipicu penurunan kualitas air Sungai Barito yang berasal dari wilayah hulu.

Kematian ikan mulai terdeteksi, Sabtu (24/1) pagi. Namun gejala sebenarnya telah terlihat beberapa hari sebelumnya. Ikan tidak mati secara mendadak, melainkan lebih dulu mengapung di permukaan air selama berjam-jam, seperti mengalami kekurangan oksigen.

Peristiwa ini pertama kali terjadi di keramba apung warga Jalan Panglima Wangkang, Kelurahan Marabahan Kota, kawasan yang berdekatan dengan muara Sungai Nagara.

Selanjutnya kematian ikan berangsur menjalar ke arah hilir, meliputi Desa Penghulu hingga Desa Bagus yang berada tak jauh dari Jembatan Rumpiang.

Tak hanya ikan dalam keramba, sejumlah ikan liar seperti patin dengan berbagai ukuran juga terlihat mengambang di aliran sungai. Kondisi ini membuat warga beramai-ramai turun ke sungai untuk menangkap ikan yang masih bisa diselamatkan.

“Gejala sudah tampak sejak, Kamis (22/1) pagi. Hampir semua ikan kehilangan nafsu makan,” ungkap Supriyadi, salah seorang petambak ikan di Jalan Panglima Wangkang.

Kematian ikan terjadi secara bertahap dan paling banyak menyerang ikan berusia sekitar tiga bulan, “Kalau dihitung-hitung, ikan yang mati sejak pagi mendekati 1  ton,” tambah Supriyadi.

Menyikapi kondisi tersebut, para petambak terpaksa menjual ikan yang masih hidup lebih awal guna menekan kerugian. Sebagian ikan yang tersisa bahkan dibagikan kepada warga sekitar.

Sementara di Kelurahan Ulu Benteng, kematian ikan belum dilaporkan. Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Bakumpai, khususnya Kelurahan Lepasan yang berseberangan langsung dengan Marabahan.

Baca Juga: Jutaan Ikan Mati, Nelayan Keramba di Marabahan Menjerit

Baca Juga: Efek Jutaan Ikan Mati di Marabahan, Pedagang Makanan Kena Protes

“Sampai sekarang masih aman, meski banyak ikan terlihat megap-megap. Mudah-mudahan kejadian tahun 2014 dan 2019 tidak terulang,” harap Rahmatillah, warga Kelurahan Lepasan.

Berdasarkan laporan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Batola, analisis awal menunjukkan penurunan kualitas air Sungai Barito dipicu cemaran yang datang dari arah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito.

Hasil pengukuran di intake PDAM Marabahan mencatat Biological Oxygen Demand (BOD) mencapai 6,85 poin (cemar sedang), sementara Chemical Oxygen Demand (COD) sebesar 3,57 poin (cemar ringan).

Adapun di Tapin, tepatnya sekitar Jembatan Margasari, BOD tercatat 4,39 poin dan COD 2,8 poin (keduanya cemar ringan). Namun tingkat keasaman air atau pH mencapai 2,93, yang masuk kategori cemar berat.

Kondisi lebih parah terdeteksi di Hulu Sungai Tengah, karena kadar NH₃ (amoniak) mencapai 11,34 poin (cemar berat). Sementara di Tabalong bahkan menembus 14,79 poin.

“Dari hasil analisis sementara, telah terjadi cemaran berat DAS Barito akibat tingginya amoniak dan pH ekstrem yang bersumber dari arah hulu,” jelas Kabid Perikanan Budidaya DKPP Batola, Akhmad Husin, kepada bakabar.com.

Total ikan nila yang mati diperkirakan mencapai 3,5 ton dengan ukuran rata-rata 2–3 ons per ekor, “Untuk sementara sudah 3 kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) yang melaporkan kematian massal,” jelas Husin.

Guna mencegah kerugian yang lebih besar, DKPP Batola mengimbau pembudidaya agar segera memanen ikan yang telah memasuki usia panen. Pemberian pakan kepada ikan yang masih hidup juga diminta untuk dihentikan sementara.

“Kami juga mengimbau agar sementara waktu tidak menebar benih ikan di keramba sampai kondisi kualitas air Sungai Barito kembali membaik,” tutup Husin.

Editor


Komentar
Banner
Banner