bakabar.com, BANJARBARU - Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan mengimbau masyarakat untuk tidak panik menyikapi kenaikan harga plastik yang terjadi belakangan.
Kendati harga mengalami peningkatan, ketersediaan stok plastik di Kalsel dipastikan masih dalam kondisi aman, meskipun dalam jumlah terbatas.
Dijelaskan Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, kenaikan harga plastik tidak terlepas dari pengaruh situasi global, termasuk gangguan pasokan bahan baku akibat konflik internasional.
Kondisi tersebut merupakan dinamika pasar yang wajar terjadi ketika pasokan barang terbatas, sementara kebutuhan masyarakat tetap tinggi.
"Akibatnya harga komoditas, termasuk plastik, mengalami kenaikan," jelas Bagiawan.
"Sekaligus kami mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik secara berlebihan dan lebih bijak dalam pemanfaatan," sambungnya.
Upaya penghematan dinilai penting agar ketersediaan stok tetap terjaga dan tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga tengah mengkaji kembali penggunaan bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan sebagai pengganti plastik.
Program penggunaan bahan pengemasan ramah lingkungan sebelumnya pernah dijalankan dan kini kembali dibahas bersama instansi terkait sebagai solusi jangka panjang.
Kenaikan harga plastik juga dirasakan oleh pelaku usaha kecil, terutama pedagang makanan seperti penjual gorenga. Untuk menyiasati kondisi ini, pedagang disarankan mengoptimalkan penggunaan kantong plastik.
"Misalnya dengan menggabungkan beberapa barang dalam satu kemasan, tetapi tetap memperhatikan faktor keamanan dan kebersihan produk," tutup Bagiawan.
Adapun kewenangan pemerintah daerah terhadap produksi dan distribusi plastik masih terbatas, mengingat sebagian besar bahan baku maupun produk plastik berasal dari luar negeri.









