bakabar.com, BANJARBARU – Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, meminta Pemkot Banjarbaru memperkuat komitmen dalam pengelolaan lingkungan hidup, khususnya penanganan persoalan sampah yang menjadi isu krusial nasional.
Instruksi Hanif disampaikan dalam kunjungan kerja ke Banjarbaru, Kamis (9/4), sekaligus menghadiri penyerahan sarana pengolahan sampah berbasis masyarakat di Kelurahan Guntung Paikat.
"Secara struktur tata kota, Banjarbaru memiliki keunggulan karena wilayah yang relatif mudah untuk dikelola. Dengan demikian, seluruh instrumen lingkungan hidup bisa menjadi konsensus bersama pemerintah,” papar Hanif.
Penetapan Banjarbaru sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan juga menjadi keunggulan tersendiri yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Keunggulan komparatif ini perlu ditingkatkan menjadi keunggulan kompetitif melalui kebijakan dan program yang terarah.
“Dengan semua keunggulan komparatif, termasuk sebagai ibu kota Kalsel, dapat diolah menjadi keunggulan kompetitif dengan memanfaatkan seluruh instrumen yang telah digariskan pemerintah pusat," papar Hanif.
Dijelaskan bahwa pemerintah pusat telah menetapkan berbagai instrumen kebijakan agar seluruh daerah memiliki standar yang sama dalam pengelolaan lingkungan hidup. Salah satu isu yang mendapat perhatian besar Presiden Prabowo adalah persoalan sampah.
“Dari sisi lingkungan hidup, isu krusial yang muncul adalah persoalan sampah. Banjarbaru masih perlu terus meningkatkan upaya penanganan secara berkelanjutan,” tegas Hanif.
Pemko Banjarbaru sendiri telah menyusun rencana detail untuk mengoperasionalkan penanganan sampah secara substansial.
"Kami meyakini kalau semuana terus ditangani dan dipimpin langsung oleh Wali Kota, maka tujuan menghadirkan kota yang bersih di Banjarbaru dapat terwujud,” pungkas Hanif.









