Tak Berkategori

Pelabuhan Klotok di Balikpapan Masih Beroperasi, Pemudik Dilarang Lewat

apahabar.com, BALIKPAPAN – Penerapan larangan mudik mulai hari ini benar-benar mengubah suasana di seluruh sektor transportasi….

Featured-Image
Suasana di Pelabuhan Klotok, nampak penumpang di kapal tidak begitu banyak dan di dominasi para pekerja. Foto-apahabar.com/Istimewa

bakabar.com, BALIKPAPAN – Penerapan larangan mudik mulai hari ini benar-benar mengubah suasana di seluruh sektor transportasi. Salah satunya yang sangat terlihat jelas di Pelabuhan Klotok Kampung Baru Tengah, Balikpapan Barat nampak sepi penumpang.

Pelabuhan yang menghubungkan antara Balikpapan-Penajam Paser Utara ini biasanya dipadati penumpang yang hilir mudik. Namun hari ini, Kamis (6/5) kondisinya sepi dan hanya beberapa pekerja yang berada di dalam kapal.

Kasi Kepelabuhanan dan Kebandarudaraan Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Freddy Wesly menerangkan lonjakan penumpang terjadi pada tanggal 1 hingga 4 Mei lalu. Setelah itu masyarakat banyak yang urung melaksanakan mudik lantaran adanya larangan tersebut.

“Puncaknya itu tanggal 1 sampai 4 Mei yang agak ramai. Hari ini juga kebanyakan dari mereka yang bekerja dan berdagang. Ini banyak warga Balikpapan yang kerja di Penajam, atau sebaliknya,” tuturnya.

Ditanya bagaimana membedakan para pekerja dengan pemudik yang dilarang melintas? Freedy mengatakan bahwa petugas sangat hapal wajah para pekerja yang hampir setiap hari hilir mudik.

“Setiap hari mereka lewat sini, jadi ya kami juga sudah hapal,” tambahnya.

Namun untuk membedakan penumpang yang ingin mudik, menurut Freedy dapat dilihat dari barang bawaan dan gerak-geriknya. Dimana penumpang yang membawa tas besar dan lebih banyak serta berpergian dengan membawa sanak saudara, dapat dipastikan bahwa mereka adalah pemudik.

“Jika membawa banyak tas dan beberapa anggota keluarga, sudah dapat dipastikan orang tersebut akan disekat dan tidak dapat menyeberang,” tuturnya.

Meski begitu sejauh ini, belum ada warga yang diminta putar balik. Pihaknya masih terus melakukan pemantauan di lokasi posko pelabuhan klotok yang dijaga oleh 12 personel TNI, Polri dan Dishub.

“Kita bagi dua shift. Operasional pelabuhan dari jam 08.00 sampai jam 18.00 saja, tapi personel berjaga sampai jam 20.00,” pungkasnya.



Komentar
Banner
Banner