Obsessive Compulsive Disorder

Obsessive Compulsive Disorder (OCD) Banyak yang Tahu, Sedikit yang Paham

Gangguan Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah kondisi yang banyak orang pernah dengar tetapi hanya sedikit yang mengerti.

Featured-Image
Obsessive-Compulsive Disorder (OCD). Foto: Professor23/istock photo

bakabar.com, JAKARTA –  Gangguan Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah kondisi yang banyak orang pernah dengar tetapi hanya sedikit yang mengerti.

Dikutip dari PyschCentral, OCD adalah suatu kondisi mental di mana seseorang mempunyai obsesi yang menyebabkan orang tersebut melakukan tindakan kompulsi.

Obsesi ini dapat menyebabkan perasaan cemas, takut, atau tidak nyaman. Contoh obsesi meliputi kekhawatiran akan kontaminasi, kekhawatiran akan berbuat salah, atau kekhawatiran akan melukai diri sendiri atau orang lain.

Untuk meredakan kecemasan atau ketidaknyamanan yang disebabkan oleh obsesi, orang dengan OCD melakukan kompulsi. Kompulsi adalah tindakan atau ritual yang diulang-ulang dengan tujuan mengurangi kecemasan atau mencegah sesuatu yang negatif terjadi.

Penyebab dan Gejala OCD

Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) dapat bervariasi dari individu ke individu, tetapi umumnya melibatkan kombinasi dari obsesi dan kompulsi.

Baca Juga: 5 Cara Sederhana untuk Berdamai dengan OCD

Mengutip Very Well Mind, penelitian menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas di area otak tertentu terkait dengan risiko OCD yang lebih tinggi. Faktor lingkungan termasuk perubahan hidup yang tiba-tiba, masalah hubungan, pelecehan, penyakit, dan stres juga dapat berkontribusi pada timbulnya kondisi tersebut.

"OCD sangat beragam, dan (beberapa profesional) tidak menyadari bagaimana hal itu dapat muncul dengan sendirinya," kata Psikolog David Cooper, peneliti di University of New South Wales.

Berikut adalah beberapa contoh gejala yang umum terkait dengan OCD:

Perfeksionis merupakan bagian dari Obsessive-Compulsive Disorder (OCD). Foto: Kudryavtsev Pavel/istock photo
Perfeksionis merupakan bagian dari Obsessive-Compulsive Disorder (OCD). Foto: Kudryavtsev Pavel/istock photo

Kekhawatiran Kontaminasi: Ketakutan berlebihan terhadap kuman, bakteri, atau bahan-bahan berbahaya yang dapat mengakibatkan penyakit atau kontaminasi.

Kekhawatiran Akan Kesalahan: Obsesi dengan perasaan bahwa tindakan tertentu akan menyebabkan bencana atau kesalahan yang tidak dapat diperbaiki.

Pikiran Obsesif Kekerasan: Pikiran yang mengganggu tentang melukai diri sendiri atau orang lain, meskipun individu tidak memiliki niat untuk melakukannya.

Perfectionism (Kesempurnaan): Dorongan untuk melakukan segala sesuatu dengan sempurna dan takut membuat kesalahan.

Ketidakpastian Berlebihan: Kebutuhan untuk menghindari segala bentuk ketidakpastian atau keraguan dengan mencari kepastian berulang-ulang.
Penderita OCD
Mencuci tangan berkali-kali menjadi tanda anda memiliki OCD. Foto: microgen/istock photo

Cuci Tangan Berlebihan: Melakukan ritual mencuci tangan berulang-ulang karena takut terkontaminasi.

Pemeriksaan Berulang: Melakukan pemeriksaan berulang terhadap pintu, jendela, kompor, atau benda lain untuk memastikan semuanya aman.

Baca Juga: David Beckham Mengaku OCD, Kenali Gejalanya

Menghitung atau Mengulang: Melakukan tindakan menghitung atau mengulang-ulang tindakan tertentu dengan angka tertentu.

Menyusun Barang-Barang Secara Tertentu: Merapikan atau menyusun benda-benda dengan pola tertentu untuk mengurangi kecemasan.

Mental Kompulsi: Melakukan ritual secara mental, seperti mengulangi kata-kata atau menghitung dalam pikiran, sebagai respons terhadap obsesi.

David Beckham, Orang dengan OCD

David Beckham, mantan pesepakbola asal Inggris pernah mengungkapkan bahwa ia mengalami obsessive compulsive disorder (OCD) atau gangguan obsesif kompulsif tersebut.

Dikutip dari The Guardian, suami dari Victoria Beckham ini bisa menghabiskan berjam-jam untuk membersihkan seluruh rumah, meski keluarganya masih tidur semua.

“Saya berkeliling membersihkan lilin, menyalakan lampu ke pengaturan yang tepat, memastikan semua tempat rapi,” ucap Beckham.

Bahkan Beckham juga membersihkan dapur sampai sebersih-bersihnya. 

Beruntung, Victoria tak merasa terganggu dan malah mengapresiasi David dengan mengatakan suamianya adalah seorang perfeksionis. 

Mengatasi OCD

Menghindari tempat atau situasi yang dipercayai dapat memicu obsesi dan kecemasan adalah salah satu cara yang paling sederhana yang bisa dilakukan orang dengan OCD.
Penanganan OCD umumnya melibatkan kombinasi terapi dan, dalam beberapa kasus, pengobatan obat. Berikut adalah beberapa pendekatan yang sering digunakan untuk mengatasi OCD mengutip dari PyshcCenter:

Editor


Komentar
Banner
Banner