Banjarmasin Hits

Musim Hujan, Tiga Daerah Rawan Bencana Jadi Atensi BPBD Kalsel

Saat musim hujan saat ini, sejumlah daerah di Kalsel rawan bencana. Pemetaan dan antisipasi penanganan pun sudah dilakukan.

Featured-Image
Apel kesiapsiagaan menghadapi bencana di Banua. Foto-apahabar.com/Hasan

bakabar.com, BANJARBARU - Saat musim hujan saat ini, sejumlah daerah di Kalsel rawan bencana. Pemetaan dan antisipasi penanganan pun sudah dilakukan.

Setidak terdapat tiga kabupaten rawan bencana jadi atensi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel.

Bencana yang dimaksud berupa banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor. Namun dari ketiganya, paling rawan terjadi banjir.

Adapun tiga kabupaten di Kalsel mendapat atensi BPBD, masing-masing Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Utara, dan Tabalong.

Pemetaan daerah rawan itu disampaikan pada apel kesiapsiagaan bencana di halaman Institut Agama Islam Darussalam, Martapura, Senin (27/11).

"Kita (Kalsel) ini rawan bencana hidrometeorologi," kata Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Kalsel, Haji Achmadi.

Hidrometeorologi dimaksud bencana yang diakibatkan oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin dan kelembapan. 

Paling sering terjadi, kata Achmadi, jika curah hujan tinggia maka banjir melanda, dan hampir dipastikan pula bakal diikuti bencana longsor. 

Selain memetakan tiga daerah rawan bencana, BPBD juga telah melakukan pembentukan kawasan siaga bencana pada 2024 mendatang.

Untuk penanganan bencana, pihak telah melatih 150 masyarakat per kabupaten. "Kami menekankan dalam latihan itu pengurangan resiko bencana," ujarnya.

Dengan begitu, ketika terjadi bencana , maka masyarakat sudah tahu harus melakukan apa.

Mereka yang mengikuti pelatihan itu juga diharapkan bisa menularkan pengetahuan ke masyarakat lainnya.

Lumbung Sosial

BPBD Kalsel juga telah menyiapkan langkah lainnya untuk penanganan bencana dengan menyiapkan lumbung sosial.

Lumbung sosial itu terdiri dari posko, dapur umum, pendataan, penanganan gawat darurat, rescue dan selter.

Kedepan lumbung sosial itu akan ada di 11 kecamatan di Hulu Sungai Selatan dan 8 kecamatan di Tanah Bumbu.

Dalam menghadapi potensi bencana di Kalsel, semua SKPD diminta solid, berkoordinasi dan bersinergi menjadi kunci.

"Kita dihadapkan dengan sejumlah potensi bencana. Dari itu kita harus melakukan langkah-langkah sejak dini dengan berkoodinasi agar sikap yang diambil tepat sasaran," sahut Suria Fadliansyah, Kepala BPBD Kalsel.

Menurutnya, apel ini adalah bentuk antisipatif dalam menghadapi bencana. Semua SKPD terkait pun diminta tetap waspada tertinggi.

Dari catatan BKMG, awal musim hujan terjadi di November. Sedang puncaknya, diprakirakan terjadi di Januari 2024.

"Tidak menutup kemungkinan bisa saja terjadi hujan es di puncak musin penghujan nanti," pungkas Suria.

Baca Juga: Tanggulangi Bencana, BPBD Kalsel Terima 10 Unit Motor Trail

Editor
Komentar
Banner
Banner