kenaikan harga BBM

Keluhan Sri Mulyani: Subsidi BBM 3 Kali Lebih Besar dari Anggaran LPDP

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan keluhannya mengenai anggaran untuk subsidi BBM yang nilainya tiga kali lipat lebih besar dari beasiswa LPDP.

Featured-Image
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ingatkan potensi risiko mulai dari resesi, utang, geopolitik hingga perubahan iklim yang akan mengancam perekonomian global. Foto: ANTARA

bakabar.com, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan keluhannya mengenai anggaran untuk subsidi BBM yang nilainya lebih tinggi tiga kali lipat dari beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan.

Menurutnya, dana abadi untuk beasiswa LPDP hanya menghabiskan Rp120 triliun dan mampu menyekolahkan 35.000 anak bangsa.

“Sementara subsidi BBM dengan menggunakan APBN sebagai shock absorber menghabiskan sebesar Rp555 triliun untuk satu tahun,” ungkapnya saat memberikan kuliah umum di STKIP PGRI Sumenep yang disiarkan melalui YouTube Kementerian Keuangan, Kamis (2/2).

Sri Mulyani memaparkan rencana awalnya, subsidi BBM hanya dianggarkan sebesar Rp125 triliun. Belakangan, angka tersebut dinilai tidak cukup untuk menekan kenaikan harga minyak dunia.

Kenaikan harga juga ditengarai akibat perang fisik Ukraina-Rusia, yang turut andil mendongkrak harga-harga komoditas energi.

“Kalau kita mengikuti UUD yang awal, maka BBM harus naik mungkin sampai 2 kali lipat, maka pemerintah menyampaikan ke DPR. Jika kita ingin menahan kenaikan ini, maka subsidinya dinaikan agar rakyat tidak terguncang,” ungkapnya.

Di beberapa negara, menurut Sri Mulyani, kenaikan harga BBM telah mencapai 3 kali lipat. Dipastikan banyak masyarakatnya yang sengsara akibat kenaikan tersebut.

“Jadi kita naik 30 persen pada September 2022, karena kalau mengikuti mekanisme pasar, kenaikan BBM minimal hampir 100 persen atau lebih 200 persen. Hal itu seperti yang terjadi di negara lain, kalau shock yang besar itutidak ditahan,” tutupnya.

Editor
Komentar
Banner
Banner