bakabar.com, BANJARBARU – Kapolda Kalimantan Selatan Rosyanto Yudha Hermawan menekankan pentingnya menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan suci Ramadan.
Jenderal bintang dua tersebut menegaskan, ia tidak ingin kesucian Ramadan tercoreng oleh berbagai kejadian yang tidak diinginkan, terutama maraknya kenakalan remaja. Pasalnya, sejak awal Ramadan telah terjadi sejumlah insiden, mulai dari tawuran remaja, korban jiwa akibat balapan liar, hingga pengungkapan kasus narkotika dengan barang bukti mencapai 30 kilogram.
“Sejak awal Ramadan sudah ada beberapa kejadian menonjol, termasuk tawuran, balapan liar yang menimbulkan korban jiwa, serta pengungkapan 30 kilogram narkotika,” ujar Yudha usai memimpin apel kesiapsiagaan, Senin (23/2).
Apel kesiapsiagaan tersebut digelar di lapangan Mapolda Kalsel, Banjarbaru. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan seluruh elemen dalam menciptakan situasi aman dan kondusif selama umat Muslim menjalankan ibadah puasa.
“Untuk itu, perlu dilaksanakan apel kesiapsiagaan bersama guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Kalimantan Selatan,” terangnya.
Apel diikuti personel gabungan dari TNI, Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Polda Kalsel. Kegiatan ini menjadi langkah antisipasi dini agar tidak terjadi gangguan keamanan yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah Ramadan.
“Apel kesiapsiagaan ini digelar untuk menjaga situasi kamtibmas selama bulan suci Ramadan, sehingga pelaksanaan ibadah di Kalimantan Selatan dapat berjalan khusyuk dan tertib,” ucapnya.
Kapolda Kalsel juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban di Banua. Ia berharap tidak ada lagi gangguan keamanan yang menonjol selama bulan penuh berkah ini.
“Mari kita bersama menjaga situasi kamtibmas di Banua tercinta. Jaga ketertiban agar ibadah kita semua tetap khusyuk,” pintanya.
Lebih lanjut, Rosyanto Yudha Hermawan menyambut baik kehadiran para tokoh agama yang turut hadir dalam apel tersebut. Menurutnya, peran ulama dan umara sangat strategis dalam menjaga kondusivitas wilayah.
“Kalimantan Selatan adalah wilayah yang religius. Dengan hadirnya para tokoh agama, kami berharap mereka dapat berperan aktif mengajak masyarakat menjaga situasi kamtibmas bersama TNI, Polri, dan ASN. Kepada para umara, kami harap terus memberikan imbauan kepada masyarakat,” tutupnya.









