Berbasis Hutan Dan Alam

Jokowi Pastikan IKN akan Menjadi Kota Berbasis Hutan dan Alam

IKN akan dibangun dengan memadukan konsep hutan dan alam. Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Jokowi.

Featured-Image
Ilustrasi kota ramah lingkungan. (Foto: Kompas.com)

bakabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo memastikan IKN akan dibangun dengan berbasis hutan dan alam.

Menurutnya, konsep kota yang menyatukannya dengan hutan dan alam, akan menjadi pembeda dengan Ibukota yang ada di negara lain.

“Sudah disiapkan 70 persen lahan untuk menjadi area hijau,” ujarnya dalam acara IKN: Sejarah Baru Peradaban Baru secara virtual, dikutip bakabar.com Kamis (20/10).

Baca Juga: Dorong Indonesia Sentris, Jokowi: Pemindahan Ibukota sebagai Basis Ekonomi Baru

Pembangunan IKN, telah berjalan di atas lingkungan yang termasuk hutan produksi. Jokowi menegaskan kawasan pembangunan IKN bukan termasuk ke dalam kategori hutan alam.

Hutan produksi termasuk wilayah yang diisi oleh pepohonan yang sering ditebang setiap enam sampai tujuh tahun sekali.

Selain itu, area tersebut bersifat monoculture atau wilayah dengan satu jenis tumbuhan.

“Jadi jangan ada nanti isu merusak hutan, itu hutan produksi yang setiap enam sampai tujuh tahun ditebang,” jelasnya.

Baca Juga: Soal Distribusi Keuangan, Kemenkeu: Posisi Otorita IKN akan Setara Kementerian

Rencananya, area monoculture tersebut akan ditransformasikan menjadi wilayah heterogen. Nantinya, tumbuhan yang akan ditanam pada area heterogen adalah pohon asli dari Kalimantan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Jokowi sudah memerintahkan untuk membangun area persemaian sejak awal tahun 2022.

Persemaian merupakan area yang ditetapkan penggunaannya untuk memproses benih menjadi bibit, yang siap untuk ditanam.

“Persemaian akan dibangun seluas 16 hektare dan mampu memproduksi 15 juta bibit pertahunnya,” ucap Jokowi.

Baca Juga: Melampaui Jakarta, Ini 9 Kekhususan yang Melekat pada IKN

Rencana tersebut, diharapkan dapat membuat Kalimantan kembali menjadi area tropical rain forest atau hutan hujan tropis.

Dari sisi pembangkit listrik, nantinya IKN akan menggunakan renewable energy atau energi baru terbarukan (EBT), sehingga akan lebih ramah lingkungan.

“Sebesar 80 persen sumber listrik IKN akan berasal dari energi terbarukan,” ungkapnya.

Baca Juga: Dari Jakarta ke Nusantara, Ini 3 Tujuan Pembangunan IKN

Jokowi menambahkan penduduk IKN nantinya hanya akan diizinikan untuk menggunakan kendaraan pribadi yang berbahan bakar listrik.

Selain itu, transportasi yang digunakan harus lebih banyak kepada kendaraan umum yang beroperasi secara autonomous vehicle atau kendaraan tanpa awak atau supir.

“Nantinya, di sana kita pastikan masyarakat untuk menjadi penjalan kaki dan pengendara sepeda,” tutupnya.

Editor
Komentar
Banner
Banner