Pemilu 2024

Jelang Pemilu 2024, INDEF Ingatkan Soal Penguatan Fundamental Ekonomi

Peneliti Indef menjelaskan bahwa menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024, fundamental ekonomi harus kuat di negara Demokrasi seperti Indonesia.

Featured-Image
Peneliti Indef Ahmad Heri Firdaus. Foto: twitter @AHF_INDEF

bakabar.com, JAKARTA - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus menjelaskan bahwa menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024, fundamental ekonomi Indonesia harus kuat. Itu penting untuk menghadapi gejolak yang timbul, baik di dalam ataupun luar negeri.

"Dengan kuatnya fundamental ekonomi maka diharapkan kesejahteraan masyarakat akan terwujud," ujar Heri kepada bakabar.com, Senin (15/5).

Dengan semakin kuatnya fundamental ekonomi menjelang pemilu, hal-hal buruk seperti politik uang dapat dihindari. Pasalnya, minimnya politik transaksional menjadi ciri dari kestabilan negara yang baik, khususnya di momen pemilu.

"Secara umum cukup baik, sehingga bisa menghindari hal-hal yang dapat mengganggu hakikat pemilu, seperti politik uang," ujar Heri.

Baca Juga: Tahun Pemilu 2024, INDEF: Waspada Banyak Regulasi yang Berubah

Selain itu, musim pemilihan umum (Pemilu) biasanya menghadirkan gejolak yang secara langsung berdampak terhadap aktivitas di pasar saham. Karena itu, para investor cenderung hati-hati dalam menentukan pilihan investasinya.

Hal itu menurut Indef sebagai momentum besar yang perlu diwaspadai, utamanya dari sisi investasi. Catatan dari beberapa pemilu terakhir menunjukkan, investor lebih menahan dananya.

Untuk itu, Indonesia harus mampu menjaga stabilitas politik, karena akan berkorelasi positif terhadap fundamental ekonomi negara. Jika fundamentalnya kuat, maka pergerakan investasi dalam negeri tetap terjaga.

Lebih jauh Firdaus mengungkapkan, momentum pemilu merupakan masa-masa transisi pemerintahan atau terbentuknya pemerintahan/ kabinet baru yang akan membawa dunia usaha pada perubahan.

Baca Juga: Perkuat Ekonomi, Indef Rekomendasikan Pemerintah Dorong PMTB

"Dimana bagi dunia usaha, hal ini akan membawa implikasi terhadap perubahan regulasi di berbagai bidang," ujar Heri kepada bakabar.com di Jakarta, Senin (15/5).

Selain itu, Heri memastikan, hasil pemilu selalu berbuah pada terbentuknya kabinet baru. Dan kabinet baru, biasanya menghasilkan sejumlah regulasi yang akan mempengaruhi aktivitas dunia usaha.

"Dimana regulasi tersebut dapat memengaruhi dunia usaha," tegasnya.

Tak hanya pemilu, investasi di tahun ini dan tahun depan (2024) juga sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal. Faktor itu di antaranya kondisi politik di Amerika Serikat (AS) yang sedang dilanda krisis perbankan yang kemudian merembet di Eropa.

Editor
Komentar
Banner
Banner