Ekspor Nikel Ilegal

Jawaban Klasik Polri Soal Ekspor Nikel Ilegal Kalsel ke Cina

Negara rugi ribuan triliun lantaran ekspor nikel ilegal 5,1 juta ton asal Kalimantan Selatan yang bobol dan tak terendus dikirim ke Cina.

Featured-Image
Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho saat ditemui di kawasan JCC Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/9). (Foto; apahabar/Leni)

bakabar.com, JAKARTA - Negara rugi ribuan triliun lantaran ekspor nikel ilegal 5,1 juta ton asal Kalimantan Selatan (Kalsel) yang bobol dan tak terendus dikirim ke Cina.

Untuk itu, KPK tengah menakar sanksi PT Sebuku Iron Lateriric Ores (SILO). Mereka mencari bukti ekspor gelap nikel ilegal Kalsel ke Cina dari perusahaan itu.

Harusnya, tak hanya KPK. Melainkan aparat penegak hukum lainnya seperti Polri turun tangan untuk mengusut ekspor gelap tersebut.

Baca Juga: Jokowi Kecolongan! Nikel Ilegal Kalsel Ribuan Triliun Bobol ke Cina

Namun, ketika ditanya terkait atensi Polri dalam pengusutan penggelapan nikel ilegal itu. Polri hanya merespon dengan jawaban klasik.

"Yang jelas bahwa apabila ada tindak pidana apapun tentunya akan dijadikan perhatian buat kita," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho saat ditemui di kawasan JCC Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/9).

"Semua terutama dari polri untuk bisa mengusut aupun mendapatkan informasi sejelas-jelasnya," pungkas Sandi.

Baca Juga: DPR Minta Polri Tindak Ekspor Nikel Ilegal dari Kalsel ke China!

Sebelumnya, Ekspor biji nikel ilegal sebesar 5,1 juta ton ke Cina sudah terendus. Ternyata berasal dari Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Informasi itu diketahui dari penelusuran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Sabtu (9/9).

Luhut juga sudah mengetahui siapa pelakunya. Namun dia masih enggan mengungkap identitasnya. "Siapa anu-nya, kita sudah tahu semua," ucapnya.

Baca Juga: Ekspor Nikel Ilegal ke Cina dari Kalsel, Kapolda: Tanya KPK

Di samping itu, penyelidikan masih terus dilakukan. Terkait ada atau tidaknya kesengajaan dalam ekspor ini. Sebab, bisa jadi nikel tersebut tercampur dengan ekspor besi baja.

"Tapi sekarang kita yang selidiki itu nikel yang tercampur dengan iron ada di dalamnya. Pertanyaannya, apakah ini disengaja atau tidak, lagi kita cari. Kadarnya apa, kadarnya rendah 0,5," tuturnya.

Pemerintah sedang mengupayakan agar semua sistem pencatatan dan pengawasan digitalisasi. Agar mudah dilacak.

"Jadi, semua lagi kita investigasi, kalau untuk batu bara sudah sangat sulit untuk nipu karena sudah digitalize," jelasnya.

Editor
Komentar
Banner
Banner