Megaproyek IKN

Investasi Asing Mandek, OIKN: Sedang Berproses Ya!

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bambang Susantono mengungkap alasan mandeknya investasi langsung milik asing ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya,

Featured-Image
Kepala OIKN, Bambang Susantono (tengah), Kamis (7/12). Foto: apahabar.com/Ayyubi

bakabar.com, JAKARTA - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bambang Susantono mengungkap alasan mandeknya investasi langsung milik asing ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, tak mudah mengajak investor asing untuk berinvestasi dalam waktu cepat.

"Sedang berproses ya. Gini, namanya investasi itu bisa deal atau no deal. Kalau terlalu mahal saya juga tidak mau memberatkan masyarakat ke depannya. Kan ini negara. Jadi kita harus cari benar-benar harga yang paling menguntungkan," kata Bambang saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/12)

Nihilnya investasi asing langsung, hingga saat ini bukan karena semata-mata terganjal masalah biaya saja. Melainkan, dalam realisasinya proses investasi langsung harus melalui tahapan yang panjang.

Baca Juga: Sudah Gak Zaman Pakai Kurir, Kirim Paket di IKN Bakal Gunakan Drone

Terlebih, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, investor asing perlu untuk mempelajari lebih dalam mengenai situasi dan kondisi IKN. Bambang menilai, langkah tersebut merupakan hal yang biasa dilakukan para investor.

Upaya pendalaman tersebut dapat dilakukan dengan melakukan kunjungan lapangan, studi kelayakan, hingga melakukan penghitungan operasional pengeluaran.

"Prosesnya dalam arti bahwa mereka sedang membuat studi kelayakan tentu dengan kondisi lapangan yang mereka lihat," jelasnya.

Baca Juga: APBN Terlanjur Nyemplung, Tak Mungkin IKN Dibatalkan!

Meski begitu, Bambang menargetkan pada kuartal I/2024 akan terdapat 1 hingga 2 investor asing yang akan turut berinvestasi di IKN melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Tapi Bambang enggan mengungkap secara jelas siapa pemodal asing yang siap menginjeksikan modalnya di IKN. 

"Ya ada pokoknya ditunggu saja," pungkas dia.

Baca Juga: Pakuwon Ngerem Pembangunan di IKN, Ekonom Senior: Pengusaha Rasional

Sebelumnya, hingga per November 2023 jumlah investor yang sudah menyerahkan surat pernyataan minat (Letter of Intent/LoI) sebanyak 305 dari seluruh dunia.

Dari total LoI yang dikantongi OIKN, sebaran berdasarkan negara didominasi dari Indonesia yakni 172. Sisanya sebanyak 133 LoI berasal dari luar negeri seperti Singapura 27, Jepang 25, Malaysia 19, China 19, Korsel 9.

Selain itu, di urutan selanjutnya ada Amerika Serikat 7, Finlandia 3, Spanyol 3, Abu Dhabi 2, Thailand 2, Jerman 2, Lainnya 18.

Editor


Komentar
Banner
Banner