DPRD Kalsel

Ilham Nor Tegaskan Genangan Air Perlu Ditangani Bersama, Jangan Andalkan Satu Instansi

Ilham Nor, menegaskan penanganan genangan air di Kota Banjarmasin tidak bisa dibebankan hanya kepada satu atau dua instansi.

Featured-Image
Ilham Nor saat sosialisasi Perda Penanggulangan Bencana di Komplek A Yani Banjarmasin. Foto: Humas

bakabar.com, BANJARMASIN – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Selatan dari Fraksi Partai Gerindra, Ilham Nor, menegaskan penanganan genangan air di Kota Banjarmasin tidak bisa dibebankan hanya kepada satu atau dua instansi, melainkan harus melibatkan seluruh pihak.

Menurut Ilham, hujan yang terjadi belakangan ini hanya berlangsung sekitar dua hingga tiga jam. Namun, jika genangan masih muncul, berarti ada persoalan yang perlu segera dibenahi.

"Kalau hujan hanya dua sampai tiga jam tapi masih ada genangan, berarti ada yang harus diurai. Penanganannya harus melibatkan semua pihak,” ujarnya dalam sosper penanggulangan bencana di Komplek A Yani, Kelurahan Pengambangan Banjarmasin, Sabtu (1/10).

Ia menyebutkan, konsep penanganan saat ini adalah multi-helix, yakni kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

Ilham juga mengingatkan bahwa Wali Kota Banjarmasin telah mengeluarkan surat edaran sejak 4 November lalu, menyusul peringatan BMKG terkait potensi curah hujan tinggi dan air pasang. Dalam edaran tersebut, masyarakat dari tingkat RT, RW hingga kecamatan diimbau untuk bergotong royong membersihkan lingkungan.

Selain masyarakat, dunia usaha dan seluruh SKPD juga diminta ikut bertanggung jawab menjaga lingkungan, terutama memastikan saluran drainase tidak tersumbat dan tidak membuang sampah sembarangan.

Meski genangan sudah terjadi, Ilham menilai penanganan masih bisa dilakukan. Ia mengapresiasi inisiatif gotong royong bersama warga di kawasan Ayani yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
“Ini belum terlambat. Gotong royong menjadi langkah nyata untuk mengurai sumbatan saluran air,” katanya.

Ilham berharap langkah tersebut dapat diikuti oleh wilayah lain agar masyarakat tidak hanya menunggu bantuan, tetapi aktif bergerak menjaga lingkungan masing-masing.

Editor


Komentar
Banner
Banner