Aktivitas Gunung Semeru

Gunung Semeru 50 Kali Erupsi, Asap Membumbung Setinggi 600 Meter

Gunung Semeru dilaporkan mengeluarkan 50 kali erupsi yang disertai asap yang membumbung setinggi 600 meter dalam kurun waktu 12 jam terakhir, Minggu (29/10).

Featured-Image
Gunung Semeru, Lumajang. Foto: apahabar.com/David Firmansyah

bakabar.com, LUMAJANG - Gunung Semeru dilaporkan mengeluarkan 50 kali erupsi yang disertai asap yang membumbung setinggi 600 meter dalam kurun waktu 12 jam terakhir, Minggu (29/10).

Gunung Semeru berada di Kabupaten Lumajang dan Malang yang memiliki ketinggian (3676 mdpl) meletus dalam periode waktu 18.00-06.00 WIB.

Kemudian, dari 50 kali letusan erupsi 23 letusan mengeluarkan asap putih kelabu setinggi 300-600 meter di atas puncak kawah Jonggring Saloko.

Baca Juga: Gunung Semeru Semburkan 36 Kali Letusan dengan Asap Setinggi 600 Meter

Melalui pengamatan visual Gunung Semeru tampak jelas dengan sedikit kabut. Cuaca cerah berawan dengan angin yang bertiup lemah ke barat. Selain itu, suhu udara di sekitar Gunung Api 22-25 derajat celsius.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru Ghufron Alwi mengatakan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas langsung 13 kilometer dari pusat erupsi di sepanjang Besuk Kobokan.

Selain itu, masyarakat juga harus mewaspadai perluasan aliran lahar dan awan panas 500 meter dari sempadan sungai Besuk Kobokan yang mengalir langsung sejauh 17 kilometer dari pusat erupsi.

Baca Juga: Relawan Kritik Pemkab yang Musnahkan Bantuan Korban Erupsi Semeru

"Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas langsung 13 kilometer dari puncak letusan erupsi. Kemudian 500 meter dari sempadan sungai Besuk Kobokan yang berjarak 17 kilometer dari pusat erupsi karena berpotensi terkena aliran lahar," ungkap Ghufron.

Sementara, masyarakat perlu menghindari aktivitas di lembah/aliran sungai yang berhulu di Puncak Gunung Semeru seperti di sepanjang sungai Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Sat, dan Besuk Kembar serta sungai-sungai kecil yang termasuk anak sungai Besuk Kobokan karena berpotensi terkena awan panas guguran, guguran lava, dan lahar.

"Selain itu, masyarakat juga perlu mewaspadai lembah/aliran sungai, sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Sat, Besuk Kembar dan sungai kecil lainnya yang merupakan sungai yang berhulu di Puncak Gunung Semeru," pungkasnya.

Editor
Komentar
Banner
Banner