bakabar.com, SAMPIT – Keberadaan sebuah grup di platform Facebook yang diduga melibatkan remaja di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menjadi perhatian publik.
Grup tersebut ramai diperbincangkan setelah tangkapan layar aktivitasnya beredar luas di media sosial. Jumlah anggotanya pun disebut mencapai ribuan orang.
Fenomena ini memicu kekhawatiran masyarakat, mengingat ruang digital kini semakin mudah diakses berbagai kalangan, termasuk anak-anak dan remaja. Konten dalam grup tersebut dinilai berpotensi membawa dampak negatif jika tidak segera ditangani.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah daerah melalui dinas terkait bersama aparat penegak hukum mulai melakukan penelusuran dan pemantauan terhadap aktivitas grup tersebut. Upaya ini dilakukan untuk memastikan tidak adanya pelanggaran hukum maupun potensi eksploitasi terhadap anak.
Kapolres Kotim, Resky Maulana Zulkarnain, menegaskan pihaknya telah menerima informasi terkait keberadaan grup tersebut dan segera melakukan pendalaman.
“Informasi ini akan kami dalami. Jika ditemukan adanya pelanggaran, apalagi yang melibatkan anak di bawah umur, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Ia menambahkan, penanganan persoalan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga memerlukan sinergi seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.
Polres Kotim juga mengerahkan tim patroli siber yang melibatkan unsur Humas, Intelkam, dan Reskrim untuk memantau perkembangan aktivitas di media sosial. Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap konten atau komunitas daring yang berpotensi meresahkan.
“Kami secara rutin melakukan pemantauan di media sosial. Setiap informasi yang masuk akan kami telusuri untuk memastikan kebenarannya,” tambahnya.
Selain penegakan hukum, edukasi kepada masyarakat juga menjadi fokus. Warga diimbau lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah terpengaruh oleh konten yang belum jelas kebenarannya.
Peran orang tua juga dinilai krusial dalam mengawasi aktivitas digital anak, guna memastikan mereka tetap berada dalam lingkungan daring yang aman dan positif.










