Pemilu 2024

Ganjar Janjikan Keamanan Data Pribadi untuk KTP Sakti

Program Kartu Tanda Penduduk (KTP) Sakti yang menjadi salah satu unggulan pasangan Ganjar-Mahfud dituding rawan menyebabkan kebocoran data pribadi penggunanya.

Featured-Image
Ganjar saat memborong bahan mentah jamu tradisional. Foto : apahabar.com/Fernando

bakabar.com, BOYOLALI - Program Kartu Tanda Penduduk (KTP) Sakti yang menjadi salah satu unggulan pasangan Ganjar-Mahfud dituding rawan menyebabkan kebocoran data pribadi penggunanya.

Berkaitan dengan itu, calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo menjamin keamanan data pribadi masyarakat karena akan dikelola oleh tim ahli yang menyiapkan sistem keamanan untuk perlindungan data pribadi.

"Benar datanya jangan sampai bocor. Maka nanti biar ahli TI yang membuat pengamanannya," kata Ganjar saat acara "Peluncuran KTP Sakti" di Lapangan Bangsalan, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada Sabtu (30/12).

Baca Juga: Survei CSIS: Prabowo-Gibran Unggul, Ganjar-Mahfud Posisi Buntut

Ganjar menyebutkan untuk pengamanan data pribadi KTP Sakti, pihaknya akan melibatkan partisipasi anak-anak muda yang menguasai teknologi untuk membanguns sistem proteksi terbaiknya.

"Anak-anak muda sekarang membantu saya ikut menyiapkan untuk itu," ujarnya.

Menurut Ganjar, program KTP Sakti dapat menjadi solusi untuk penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran, karena profil yang digunakan berasal dari data diri yang tercantum pada KTP.

Baca Juga: Ganjar ke Relawan: Anda Tak Mungkin Masuk Kabinet

"Saya kira hanya dengan KTP Sakti ini profil masing-masing penduduk yang ada di Indonesia sudah kita ketahui mana yang miskin mesti dapat bantuan apa, mana yang profesi mesti mendapatkan bantuan apa," jelasnya.

Nantinya, dalam penerapan Program KTP Sakti atau Satu Kartu Terpadu Indonesia, masyarakat hanya perlu menyertakan KTP untuk menerima beragam bantuan sosial antara lain Kartu Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu PKH juga ada program satu keluarga satu sarjana, beras miskin (raskin).

"Selama ini sudah banyak bantuan terus kemudian masing-masing direpresentasikan dengan satu kartu, sekarang akan kita jadikan satu hanya dengan KTP," tukas Ganjar.

Editor
Komentar
Banner
Banner