News

BMKG Ungkap Penyebab Gempa di Kalsel dan Kalteng

BMKG mengungkap penyebab terjadinya gempa di Kalimantan Selatan, Selasa (13/2) pagi. 

Featured-Image
Ilustrasi gempa. Foto-Alibi ID

bakabar.com, BANJARBARU - BMKG mengungkap penyebab terjadinya gempa di Kalimantan Selatan, Selasa (13/2) pagi. 

Staff Operasional Satasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, Bayu Kencana Putra menuturkan, jika gempa dengan skala 4,8 magnitudo itu terjadi sekitar pukul 08.22 WIB dengan pusat gempa berada di Borneo berkedalaman 10 km.

Dijelaskannya, berdasarkan data dari BMKG pusat, gempa yang mengguncang wilayah Kalimantan Selatan, disebut gempa tektonik. 

Hasil analisis menunjukkan gempa bumi ini berepisenter pada koordinat 3,19° LS ; 115,12° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 19 Km arah Timur Laut Banjar, Kalimantan Selatan. 

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas patahan Meratus. 

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini menimbulkan guncangan di Kota Banjarmasin, Kabupaten Tapin, Marabahan (Kabupaten Barito Kuala) dirasakan III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Kemudian di Kalimantan Tengah, getaran juga terasa di Kota Sampit, Pulau Pisau dan Kota Palangkaraya II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu). 

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi Tsunami," ungkapnya. 

Lanjutnya, dari Stamet Syamsudin Noor juga belum menerima info lebih lanjut dari BMKG Pusat. 

"Untuk sementara hanya info di atas yang dapat kami sampaikan kepada masyarakat, jika ada info terkait gempa lainnya akan kami teruskan ke masyarakat," tuntas Bayu. 

Editor
Komentar
Banner
Banner