bakabar.com, RANTAU – Setelah beberapa hari dilanda banjir akibat curah hujan tinggi, kondisi di sebagian besar wilayah Tapin mulai berangsur membaik.
Berdasarkan laporan terbaru Pusdalops-PB BPBD Tapin, hampir seluruh wilayah terdampak sudah mengalami penurunan volume air, kecuali di Desa Banua Halat Kanan, Dusun Taibah, yang masih terendam dengan ketinggian air berkisar 10 hingga 50 sentimeter.
Total korban terdampak dalam bencana ini mencapai 970 kepala keluarga atau 3.575 jiwa. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka.
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus bersiaga serta melakukan berbagai upaya penanganan di lokasi-lokasi yang masih memerlukan bantuan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapin, Sopyan, mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau kondisi di lapangan dan siap melakukan langkah-langkah lanjutan jika situasi memburuk.
"Kami bersyukur sebagian besar wilayah yang terdampak banjir sudah surut. Namun, kami tetap siaga terutama di Desa Banua Halat Kanan, di mana air masih menggenangi rumah warga. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan," jelasnya.
Sopyan juga menegaskan bahwa BPBD bersama tim gabungan masih melakukan pendataan, evakuasi warga yang membutuhkan, serta penyaluran bantuan makanan siap saji bagi korban terdampak.
"Bantuan terus kami distribusikan, terutama untuk warga yang masih berada di daerah terdampak. Kami juga memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi selama masa pemulihan ini," jelas Sopyan.
BPBD Tapin juga meminta masyarakat untuk terus berkoordinasi dengan pihak berwenang jika menemukan kendala atau membutuhkan bantuan lebih lanjut.
Dengan cuaca yang masih berpotensi hujan dalam beberapa hari ke depan, tim tanggap darurat tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.