Pemprov Kalsel

60 Pejabat Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II di BPSDM Kalsel

Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XVIII yang digelar di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalsel dimulai, Rabu (10/6).

Featured-Image
Pelatihan tingkat II di BPSDM Kalsel. Foto: bakabar.com/Hasan

bakabar.com, BANJARBARU - Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XVIII mulai digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalimantan Selatan, Rabu (10/6).

PKN tingkat II ini diikuti 60 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalsel, serta peserta dari Kapuas Kalimantan Tengah.

Pelatihan tersebut dirancang selama 12 hari 11 malam dengan sistem pembelajaran terpadu.

Para peserta akan mengikuti tiga tahap pembelajaran klasikal di BPSDM, masing-masing selama empat hari belajar dan tiga malam menginap. Sementara materi lainnya akan diberikan secara daring melalui Zoom Meeting.

Gubernur Kalsel, H Muhidin, menekankan pentingnya kedisiplinan selama mengikuti pelatihan.

"Peserta diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara penuh karena program tersebut bertujuan membentuk kompetensi kepemimpinan aparatur sipil negara," papar Muhidin.

Peserta hanya diperbolehkan meninggalkan pelatihan apabila terdapat kepentingan yang benar-benar mendesak, seperti menghadiri rapat penting atau adanya musibah keluarga. Dalam kondisi tertentu, keikutsertaan dapat diwakili oleh staf atau bawahan yang ditunjuk.

Selain itu, BPSDM juga diminta menyediakan buku dan bahan pembelajaran yang diberikan para pembimbing agar dapat dipelajari kembali oleh peserta setelah mengikuti ujian dan menyelesaikan pelatihan.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan, peserta akan dibagi ke dalam dua kelompok yang masing-masing memiliki ketua.

"Selanjutnya, para ketua kelompok akan berkoordinasi dan melaporkan perkembangan kegiatan kepada Kepala BPSDM," paparnya.

Kepala BPSDMD Kalsel, Faried Fakhmansyah, mengatakan pelatihan berlangsung selama empat bulan, mulai 10 Juni hingga 15 Oktober 2026.

Selama periode tersebut, peserta akan mengikuti pembelajaran di kampus, pembelajaran mandiri, hingga pembelajaran jarak jauh.

"Semoga setelah kembali ke instansi masing-masing, mereka mampu menjalankan tata kelola pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan, dan pelayanan publik yang lebih baik daripada sebelumnya," sahutnya.

Dijelaskan bahwa materi pelatihan berfokus pada kepemimpinan dan isu-isu strategis yang saat ini menjadi perhatian pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Tema yang diangkat adalah kepemimpinan adaptif dengan fokus pada empat isu utama, yakni ketahanan pangan, energi, kebencanaan, dan ekonomi.

Tema tersebut dipilih karena dinilai relevan dengan tantangan pembangunan yang dihadapi Kalimantan Selatan, terutama dalam mendukung visi daerah sebagai gerbang logistik Kalimantan.

"Peserta nantinya akan membahas berbagai persoalan strategis tersebut dan mencari solusi sesuai bidang serta pengalaman masing-masing," ujarnya.

"Selama pelatihan berlangsung peserta akan dipantau secara berkala, termasuk saat mengikuti pembelajaran dari luar kampus," tutup Faried.

Editor


Comment
Banner
Banner