Borneo Hits

2 Rumah Ambruk di Cempaka Banjarbaru, Penghuni Sempat Mengira Gempa

Sebelum ambruk bersamaan dengan longsornya siring sungai, pemilik rumah di Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru sempat merasakan getaran bak ge

Featured-Image
Kondisi terakhir rumah yang ambruk di Kelurahan Sungai Tiung, Banjarbaru, Senin (26/2). Foto: bakabar.com/Fida

bakabar.com, BANJARBARU - Sebelum ambruk bersamaan dengan longsornya siring sungai, pemilik rumah di Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru sempat merasakan getaran bak gempa.

Sedikitnya 2 rumah di RT 01 RW 01 ambruk sekitar pukul 16.45 Wita, Senin (26/2). 

Adapun pemilik kedua rumah yang terdampak masing-masing atas nama M Saleh dan Nasrullah. Kebetulan bagian belakang rumah mereka menempel ke siring, sehingga otomatis ikut tertarik.

Sebelum terjadi longsor, Saleh sempat memperbaiki pondasi siring yang rusak beberapa jam sebelumnya, tepatnya sekitar pukul 08.00 Wita.

"Sempat saya memperbaiki supaya tidak ambruk, tapi malah bertambah merosot. Bahkan kaki saya sempat tertindih batu pondasi, ketika berupaya melakukan perbaikan," ungkap Saleh, Selasa (27/2) sore.

Diduga longsor bertambah parah, setelah hujan deras mengguyur. Namun Saleh membantah, karena pondasi siring sudah lama retak, sehingga kerusakan ini lebih disebabkan usia.

"Hujan hanya sepanjang sore. Sedangkan longsor sudah mulai terlihat sejak pagi, kemudian bertambah parah hingga sore. Untung tidak dibarengi banjir. sehingga sebagian besar rumah masih aman," jelas Saleh.

Baca Juga: Dua Rumah di Bantaran Sungai Tiung Banjarbaru Ambruk

Meskipun masih bisa ditinggali, Saleh tetap khawatir dengan kondisi rumah. Apabila terjadi hujan deras dengan kondisi sungai tanpa siring, dikhawatirkan membahayakan penghuni rumah.

"Saya khawatir sekali kalau hujan lebat dan berjam-jam. Bisa habis rumah saya dihantam arus sungai. Kalau bisa disiring secepatnya," harap Saleh.

Dari pantauan bakabar.com di lokasi, beberapa pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bidang Sumber Daya Air (SDA) sudah memantau lokasi kerusakan.

Sementara Maisyaroh yang juga terdampak longsor siring sungai, berharap penyiringan kembali segera dilakukan. Diketahui perempuan berusia 49 tahun ini kehilangan dapur dan kamar mandi akibat longsor. 

"Sebelum kejadian itu, saya mengira terjadi gempa karena rumah terasa bergetar, lalu panci dan baskom berjatuhan. Dalam kondis panik, saya langsung membawa anak keluar rumah," ungkap Maisyaroh.

Setelah berada di luar rumah, Maisyaroh baru mengetahui dari tetangga lain bahwa getaran tersebut bukan disebabkan gempa. 

"Saya mengutamakan menyelamatkan anak dan membiarkan saja barang-barang  yang berada di dapur hanyut ke sungai. Sekarang kami terpaksa masak di ruang tamu, sedangkan mandi dan kebutuhan lain dilakukan dalam wc masjid,"  beber Maisyaroh.

Editor
Komentar
Banner
Banner