Tri Taruna Fariadi dinonaktifkan dari jabatannya setelah menjadi tersangka kasus dugaan pemerasan.
Tiga oknum jaksa di Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara (HSU) ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kejagung memastikan akan membantu penuh upaya pencarian dan penyidikan yang dilakukan KPK.
Taruna menjadi buron lantaran melawan dan berhasil kabur dalam upaya penangkapan saat OTT yang dilakukan KPK pada Kamis (18/12).
Peristiwa ini menjadi momentum bagi institusi kejaksaan untuk melakukan pembenahan internal.
Pada 2014 jabatannya sebagai Kasipenkum dicopot lantaran diduga menerima suap sebesar 50.000 dollar AS dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Direktorat Jend
Mereka adalah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) HSU Albertus P Napitupulu dan Kasi Intel Asis Budianto.
Sejumlah personel kepolisian, termasuk Brimob, disiagakan untuk mengawal aktivitas penyidik KPK selama proses pemeriksaan berlangsung.
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Aboe Bakar Al-Habsyi, membenarkan adanya dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Pemkab HSS bersama KPK Republik Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Pemantauan dan Evaluasi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah.
Pemkab HSS menggelar rapat persiapan jelang Pemantauan dan Evaluasi oleh KPK Republik Indonesia.
Pengurusan sertifikat K3 di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan membuat tarif normal Rp275.000 menjadi jutaan rupiah.