Peristiwa & Hukum

Viral! Emak-Emak di HST Ngamuk, Gegara Jembatan Desa Layuh Rusak

Inti dari video ngamuk seorang ibu itu adalah untuk meminta perhatian Pemerintah Setempat terkait jembatan yang sudah tidak layak pakai.

Featured-Image
Tangkapan layar - potongan video viral berdurasi 00,37 detik memperlihatkan seorang Ibu ngamuk Jembatan Desa Layuh rusak. Foto: WhatsApp Grup

bakabar.com, BARABAI - Viral video dua orang emak-emak ngamuk gegara jembatan di Desa Layuh, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah rusak.

Emak-emak itu ingin jembatan di Desa Layuh itu segera diperbaiki oleh pemerintah melalui instansi terkait.

Video berdurasi 00,37 detik tersebut viral di media sosial Instagram dan grup-grup WhatsApp.

Dalam video itu terlihat dua orang emak-emak yang belum diketahui identitasnya berbicara dalam bahasa Banjar sambil mengacak-acak potongan kayu yang ada di jembatan tersebut.

"Nah nah, ku hambur di tangah jalan, napa bapirut-pirut kaya ini nih. Jambatan kada kawa dijalani basapida motor. Ayu pamarintah, dinapai jambatan Desa Layuh ni, kada kawa lagi pacangan mutur liwat, Liatakan pak lantai kami nih nah, basambung-sambung kangangalihan," ungkap Ibu dalam video itu menggunakan bahasa Banjar.

Inti dari video ngamuk seorang ibu itu adalah untuk meminta perhatian pemerintah setempat terkait jembatan yang sudah tidak layak pakai.

Menggapai video viral tersebut, Kabid Bina Marga PUPR HST, Syafaat saat dikonfirmasi mengakui sudah melihat video yang beredar tersebut.

"Agar tidak ada salah persepsi terhadap program pemerintah yang sudah terjadwal, ada beberapa jembatan yang sedang dalam penanganan darurat dan proses pengerjaannya sedang berjalan," ungkapnya.

Ia mengatakan ada kurang lebih sekitar 20 jembatan yang perlu penanganan segera yang tersebar di beberapa desa.

"Sesudah perbaikan jembatan di Desa Sumanggi, Awang dan Mahang Baru, tim baru akan melanjutkan pengerjaan jembatan di Desa Layuh," jelasnya.

Syafaat mengatakan pengerjaan akan dilakukan sesuai jadwal rencana yang telah ditentukan. Ia berharap masyarakat dapat bersabar menunggu giliran dan jadwal perbaikan.

Editor
Komentar
Banner
Banner