Hot Borneo

Viral Curhatan Mahasiswi ULM Diduga Korban Pelecehan Verbal Oknum Dosen, Satgas PPKS ULM Turun Tangan!

Curhatan seorang yang mengaku mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) viral di media sosial Instagram.

Featured-Image
Salah satu mahasiswi ULM bercerita pengalaman pahitnya dengan oknum dosen. Foto-screenshot Instagram @curhatanulm

bakabar.com, BANJARMASIN - Curhatan seorang yang mengaku mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) viral di media sosial Instagram.

Dalam kisahnya, dia yang mengaku sebagai salah satu komti atau ketua kelas di salah satu mata kuliah mengalami dugaan pelecehan secara verbal oleh salah satu oknum dosen di ULM.

Screenshoot kolom chat dari direct massage (DM) itu dibagikan oleh akun @curhatanulm pada tiga hari lalu atau Senin (30/1) lalu.

Di sana, mahasiswi yang identitasnya disamarkan itu bercerita, mengalami kejadian yang tak mengenakan itu.

Katanya, pertama-tama, si oknum dosen hanya memuji-muji dirinya cantik, namun lama-kelamaan menjadi tak wajar.

"Pas selesai perkuliah kami disuruh keruangan sidin krn sidin hdk membari tugas nah pas itu uln bedua ja lwn kwn uln lakian keruangan sidin tuh. jr sidin ikm nih cantik bnr bbrp kali sidin nymbt kytu," tulisnya. 

(Selesai perkuliahan, kami diminta untuk datang ke ruangan beliau (oknum dosen), karena beliau mau memberikan tugas, ketika itu saya hanya berdua bersama seorang teman laki-laki mendatangi ke ruangan beliau. Beliau mengatakan kalau saya cantik, beberapa kali, red)

Menurut si mahasiswi, dia awalnya menganggap oknum dosen ini sebagai orang yang baik dan positif.

Singkat cerita, mereka ujian tengah semester (UTS), ketika itu si mahasiswi kebagian pulang lebih akhir untuk menyelesaikan UTS lisan.

Ketika itu, oknum dosen itu bertanya kepada si mahasiswi "boleh lh aku menjapai hidung ikm, boleh lh aku mencium tangan ikam."

(boleh kah saya memegang hidung kamu? boleh kah saya mencium tangan kamu?, red)

Kemudian dijawab oleh si mahasiswi "kd boleh jr ulun sambil tetawa tawa."

(kata saya tidak boleh, sambil tertawa, red)

Kemudian, kata dia, puncaknya terjadi setelah selesai perekapan nilai ujian akhis semester (UAS) untuk kelasnya. 

Ketika itu, si oknum dosen memoto nilai si mahasiswi dan mengirimkankan ke dirinya. 

Kepada mahasiswi, si oknum bertanya, apakah puas dengan nilai yang diberikan?

Merasa selalu mendapat nilai yang baik, serta sebagai ketua kelas dan kerap direpotkan untuk merekap nilai, si mahasiswi protes tapi dengan sedikit bercanda.

"nahhh uln gayai ai sidin lo genap akan gin pa sedikit bebaya satu angka ja min ai, nahh iyatu minta jr sidin, hbstu uln gayai lg lo mun minta tambahi lg boleh lah pa, ohhh sekalinya sidin memanfaatkan itu, di sahuti sidin taulah apaaa "asal minta pentil" hbstu pesan bawah nya "eh pentol"," ceritanya.

(Saya coba bercanda, minta genapkan nilai, karena kurangnya hanya satu angka. Dijawab beliau, "nah iya ngomong kalau mau minta." Setelah itu saya bercanda lagi, "kalau minta tambahin boleh ga pak?" Rupanya itu dimanfaatkan beliau. Sidin menjawab "asal minta pentil" setelah itu ada pesan dibawahnya "eh pentol")

Mendapat pesan seperti itu, si mahasiswi pun merasa ketakutan. Sehingga ia memutuskan untuk menceritakannya di sosial media.

Mendapati informasi itu, Satgas PPKS ULM, langsung berniat untuk melakukan penelusuran. Pasalnya, saat ini identitas korban dan terduga pelaku masih samar.

"Kami sedang mencari tahu korban dan terduga pelaku," kata Ketua Satgas PPKS ULM, Lena Hanifah, Kamis (2/2).

"Sejauh ini belum ada petunjuk. Karena bahasa yang digunakan umum sekali," tambahnya.

Jika nanti terungkap, pihaknya akan melakukan penanganan dengan tugas pokok Satgas PPKS ULM sesuai Permendikbud Nomor 30/2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.

"Termasuk pendampingan, bekerjasama dengan lembaga terkait jika memang korban menghendaki," ungkapnya.

Lena lantas meminta kepada si mahasiswi yang bersangkutan agar tidak takut untuk mengadukan kejadian itu ke pihaknya. Laporan bisa dilakukan melalui hotline Satgas PPKS ULM, +62 812-5622-6946 atau bisa lewat email [email protected] dan formulir elektronik http://bit.ly/merdekabekisah.

"Karena diduga ini sudah masuk kekerasan seksual secara verbal," tutupnya.

Editor
Komentar
Banner
Banner