Pemkab Barito Kuala

UM Banjarmasin Gelar KKN Tematik di Batola, Mujiyat Tunggu Terobosan Atasi Stunting

Sedikitnya 43 mahasiwa Universitas Muhammadiyah (UM) Banjarmasin mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) 8 Tematik Stunting di Barito Kuala (Batola).

Featured-Image
Penjabat Bupati Batola, Mujiyat, menyalami mahasiswa UM Banjarmasin yang menggelar KKN 8 Tematik Stunting di Bumi Selidah sejak 1 Februari 2024. Foto: Dokpim Batola

bakabar.com, MARABAHAN - Sedikitnya 42 mahasiwa Universitas Muhammadiyah (UM) Banjarmasin mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) 8 Tematik Stunting di Barito Kuala (Batola).

Hari pertama mereka bertugas ditandai penyambutan oleh Penjabat Bupati Batola, Mujiyat, di Aula Mufakat Marabahan, Kamis (1/2).

Terdapat empat desa yang menjadi sasaran. Dimulai dari Desa Tabunganen Tengah di Kecataman Tabunganen, dan Desa Sungai Lirik di Kecataman Bakumpai.

Kemudian Desa Pulau Sewangi di Kecamatan Alalak, serta Desa Sepakat Bersama di Kecamatan Anjir Muara.

42 mahasiswa itu berasal dari program-program studi di Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Agama, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, serta Fakultas Psikologi.

Tematik yang diusung UM Banjarmasin berkorelasi dengan upaya Batola dalam menekan angka prevalensi stunting. Pun penurunan stunting sudah menjadi salah satu prirotas nasional.

Di sisi lain, empat desa sasaran memiliki prevalensi stunting yang cukup tinggi di Batola.

"Alhamdulillah berkat kerja keras semua pihak, angka prevalensi stunting di Batola sekarang sudah turun dari 14 persen menjadi 10 persen," ungkap Mujiyat.

"Kami juga berharap perguruan tinggi berkolaborasi mengatasi permasalahan stunting. Kami pun mendukung apabila terdapat terobosan mengatasi stunting," imbuhnya.

Sementara Rektor UM Banjarmasin, Prof Dr Khudzaifah Dimyati, mengharapkan semua peserta KKN bisa mencurahkan keilmuan, atau minimal memberikan solusi seputar stunting kepada masyarakat.

"Misalnya mahasiswa Fakultas Teknik memberikan masukan perihal pengelolaan sanitasi. Lalu mahasiswa Fakultas Keguruan mengedukasi masyarakat tentang efek stunting," papar Dimyati.

"Melalui KKN yang berlangsung selama satu bulan, mahasiswa dapat berperan membantu mengatasi permasalahan stunting, terutama melalui program kerja yang sesuai," sambungnya.

Diketahui Pemkab Batola dan UM Banjarmasin sudah menjalin kerja sama sejak 2020. Hampir setiap semester, sejumlah mahasiswa dikirim mengikuti KKN di Bumi Selidah.

"Keberadaan UM Banjarmasin menjadi salah satu modal Pemkab Batola untuk meningkatkan sumber daya manusia," sahut Munadi, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Batola.

"Dalam setiap semester ganjil, mahasiswa yang datang KKN berasal dari Fakultas Kesehatan. Sedangkan dalam setiap semester genap, KKN diikuti mahasiswa diluar Fakultas Kesehatan," tutupnya.

Editor
Komentar
Banner
Banner