bakabar.com, JAKARTA – Tips mengatasi stres pada anak, ajak mereka mengenali emosi dan cari pendengar yang baik.
Stres, kecemasan, dan depresi dapat menghambat kemampuan belajar anak-anak, maka dari itu penting bagi orang tua maupun anak mengenali gejala stress atau kecemasan dalam belajar.
“Anak-anak dan remaja telah dihadapkan pada lingkungan belajar dan sosialisasi yang jauh berbeda, dengan banyak yang kehilangan minat pada bidang akademis dan melaporkan berkurangnya rentang perhatian dan kemampuan berkonsentrasi dalam jangka waktu yang lama,” kata Julia Turovsky, PhD, psikolog klinis, pakar kecemasan, dan pendiri QuietMindCBT, dikutip dari Healthline.

Praktek pernapasan perut dalam
Luangkan waktu untuk melatih pernapasan perut dalam di berbagai situasi, seperti saat berada di kelas atau sebelum sekolah. Duduklah nyaman dengan kedua kaki di lantai dan satu tangan di perut dengan otot yang rileks.
Baca Juga: Stres dan Burnout, Mirip tapi Tak Sama
Tarik nafas dalam-dalam melalui hidung hingga perut terangkat. Tahan napas selama 5 detik, kemudian hembuskan perlahan melalui mulut seperti meniup sedotan. Ulangi pola ini selama 3 hingga 5 menit.Coba relaksasi otot progresif
American Psychological Association merekomendasikan teknik relaksasi otot progresif untuk mengatasi stres dan kecemasan.
Mulailah dengan menegangkan otot kaki bagian bawah, lalu rilekskan. Gerakkan ke atas tubuh Anda, menegangkan dan melepaskan kelompok otot yang berbeda dengan pernapasan yang terkendali. Tahan otot yang ditegangkan selama 5 hingga 10 detik sebelum merilekskannya.
Aktivitas fisik rutin

Berpartisipasi dalam aktivitas fisik sehari-hari atau olahraga secara rutin dapat membantu mengurangi stres. Dorong anak Anda untuk berolahraga atau beraktivitas bersama keluarga.
Mengenali dan menerima emosi
Anak-anak perlu memahami bahwa keterampilan mengatasi masalah tidak akan menghilangkan emosi negatif seperti kemarahan, jengkel, frustrasi, kekecewaan, atau kecemasan.
Mereka harus dapat mengenali, memberi label, memvalidasi, dan mengatasi emosi-emosi tersebut dengan perilaku yang sesuai.
Berkomunikasi tentang perjuangan
Anak-anak harus merasa didorong untuk berbagi ketika mereka merasa lelah, teralihkan perhatiannya, atau merasa kewalahan.
Belajar berbicara tentang perasaan sulit dengan orang yang mereka cintai dan percayai merupakan bagian penting dari keterampilan mengatasi masalah.
Baca Juga: Mencintai Diri Sendiri Ternyata Bisa Mengurangi Stres
Temukan pendengar yang tepercaya

Penting bagi siswa untuk memiliki setidaknya dua orang dewasa yang dapat mereka percayai dan dapat diakses hampir setiap waktu.
Ini bisa termasuk guru sekolah, teman keluarga, anggota keluarga, anggota komunitas yang mendukung, atau profesional kesehatan mental. Anjurkan anak Anda untuk mencatat nama dan informasi kontak mereka untuk akses yang mudah.