News

Tiga Pelaku Terkait Pembakaran Pasar Waghete Ditetapkan Tersangka

Kepolisian Resor Daiyai menetapkan tiga orang tersangka terkait kasus pembakaran Pasar Waghete, Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah.

Featured-Image
Pasar Waghete, Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah, yang dibakar massa, Senin (12/12) setelah merebaknya isu warga alami gatal-gatal setelah mencoba baju yang hendak dibelinya. (Foto: Antara)

bakabar.com, JAKARTAKepolisian Resor Daiyai menetapkan tiga orang tersangka terkait kasus pembakaran Pasar Waghete, Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal di Jayapura seperti dilansir Antara, Sabtu (17/12) mengungkapkan penetapan tiga tersangka tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan intensif yang dilakukan penyidik Polres Deiyai kepada sebanyak 11 orang yang sebelumnya sempat diamankan.

Baca Juga: DOR! Otak Pembunuhan Polisi di ‘Kampung Narkoba’ Kalteng Tewas Ditembak

Ketiga orang yang ditetapkan sebagai tersangkat tersebut di antaranya DD, AD, MM. Adapun sebanyak delapan orang lainnya dipulangkan.

Akibat dari pembakaran pasar sekaligus diwarnai dengan kerusahan menyebabkan sebanyak empat orang termasuk seorang prajurit Sertu Toni mengalami luka-luka.

Diketahui peristiwa tersebut bermula saat seorang warga mengaku gatal-gatal setelah mencoba pakaian yang hendak dibeli. Hal itu rupanya memancing perhatian warga, sehingga terjadi pertengkaran.

Situasi tersebut kemudian berlanjut dengan membakar pasar yang dilakukan sekelompok massa. Akibat dari itu, sebanyak 50 kios dinyatakan terbakar.

"Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut kecuali empat orang yang mengalami luka-luka dan dirawat di RSUD Masi dan RSUD Nabire," kata Kombes Kamal.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Belasan Imigran Irak Saat Hendak Menyeberang ke Australia

Diakui dari laporan yang diterima situasi kamtibmas di Deiyai sudah kembali kondusif dan aktivitas masyarakat kembali normal.

“Kami berharap masyarakat di Kabupaten Deiyai untuk tetap menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan nyaman serta tidak mudah terprovokasi isu-isu yang tidak benar atau hoaks yang sengaja disebarkan pihak tidak bertanggung jawab," pungkasnya.

Editor


Komentar
Banner
Banner