bakabar.com, BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan sedikitnya 166 sekolah rakyat yang tersebar di Indonesia. Peresmian tersebut dilangsungkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).
Sejumlah wali asuh sekolah rakyat dari berbagai provinsi pun turut datang ke Banjarbaru, Kalsel dalam peresmian program tersebut.
Wali Asuh Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 29 Jayapura, Papua, Stefy Wattimena berharap program ini tidak hanya berlangsung di masa pemerintahan Prabowo.
Stefy ingin sekolah rakyat terus dilanjutkan oleh siapa pun presiden berikutnya. Menurutnya sekolah rakyat merupakan program yang sangat tepat sasaran karena secara langsung menyentuh anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya di Papua yang sebagian besar masyarakatnya masih memiliki kondisi ekonomi lemah.
"Program ini sangat diperlukan. Antusias anak-anak Papua sangat tinggi karena masih banyak yang ekonominya lemah. Tidak semuanya, tetapi ada beberapa yang benar-benar membutuhkan Sekolah Rakyat ini," paparnya.
Stefy hadir ke peresmian sekolah rakyat di Kalsel sebagai wali asuh yang mendampingi perwakilan siswa asal Papua, Alfius Jemote.
Dalam kegiatan tersebut, Alfius turut terlibat dalam pembuatan video bersama siswa sekolah rakyat lainnya yang berasal dari Aceh, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Makassar.
"Memanf tidak ada pendaftaran untuk sekolah rakyat. Program ini mendata keluarga kurang mampu dan putus sekolah di setiap pelosok tanah air oleh Kementerian Sosial," akunya.
Stefy menilai keberlanjutan Sekolah Rakyat sangat penting sebagai upaya pemerataan akses pendidikan, terutama bagi wilayah-wilayah dengan keterbatasan ekonomi seperti Papua.









