bakabar.com, BANJARBARU - Eskalasi di Timur Tengah yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, berimbas kepada penerbangan dari berbagai negara, termasuk dari Indonesia menuju Jeddah Makkah dan Madinah.
Menyikapi perkembangan situasi, warga Kalimantan Selatan yang berencana menunaikan ibadah umrah dalam waktu dekat diimbau menunda keberangkatan.
Imbauan penundaan keberangkatan umrah disampaikan Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kalsel, Eddy Khairani, awal pekan ini. Adapun penundaan bertujuan mempertimbangkan aspek keselamatan dan perlindungan jemaah.
Imbauan penundaan keberangkatan calon jemaah umrah dari Kalsel ini berlaku hingga kondisi di Timur Tengah kembali kondusif.
Meski begitu, untuk penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal, meski konflik di Timur Tengah kembali memanas.
"Pemerintah memastikan bahwa hingga sekarang belum terdapat dampak terhadap seluruh tahapan persiapan penyelenggaraan haji," papar Eddy.
Untuk Embarkasi Banjarmasin, tahapan pramanifest telah rampung dengan total 14 kelompok terbang (kloter) jemaah asal Kalsel.
Selanjutnya persiapan memasuki tahap pencetakan visa yang selanjutnya akan digabungkan dengan paspor jemaah sebagai bagian dari finalisasi dokumen perjalanan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kesiapan administrasi dan teknis keberangkatan berjalan sesuai timeline yang telah disusun.
Masyarakat Kalsel juga diingatkan agar tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi terkait perkembangan situasi di Timur Tengah.









