bakabar.com, JAKARTA - Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, meraih penghargaan nasional sebagai Pembina Terbaik Kabupaten/Kota dalam Kinerja Pengelolaan Sampah 2026.
Diserahkan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, di Gedung Balai Kartini, Jakarta, penghargaan diterima Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, mewakili Muhidin.
Hasnuryadi hadir dalam pemberian penghargaan itu bersama Bupati Tanah Bumbu, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan dan Tabalong, yang juga menerima hal sama.
"Penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemprov Kalsel bersama pemerintah kabupaten dan kota untuk terus memperkuat pengelolaan sampah dan menciptakan lingkungan yang bersih serta sehat," papar Hasnur.
"Kami meminta dukungan seluruh masyarakat untuk bersama-sama dalam upaya pengelolaan sampah," sambungnya.
Sementara Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi peran aktif pemerintah provinsi dan kabupaten/kotadalam upaya peningkatan kinerja pengelolaan sampah. Terlebih Indonesia masih menghadapi kondisi darurat sampah.
"Potensi timbulan sampah nasional telah mencapai sekitar 141 ribu ton per hari, sehingga diperlukan langkah konkret dan kolaboratif untuk penanganan," tegas Hanif.
Target pengelolaan sampah yang ditetapkan Bappenas sepanjang 2026 adalah sebesar 63 persen atau meningkat signifikan dari capaian sekarang yang berada di angka 25 persen.
"Peran pemerintah daerah dalam mengoperasikan fasilitas pengelolaan sampah di masing-masing wilayah, serta menggencarkan edukasi, komunikasi, dan penyebaran informasi kepada masyarakat, adalah hal sangat penting," papar Hanif.
Pemerintah juga menargetkan praktik open dumping di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) harus diakhiri paling lambat 2029.
Sekarang masih terdapat 481 TPA yang menggunakan metode open dumping yang dinilai tidak ramah lingkungan dan berisiko terhadap kesehatan masyarakat.









