Pemkab Barito Kuala

Tak Cuma Buka dan Sahur Bersama, Penjabat Bupati Batola Juga Menginap di Kuripan

Masyarakat Desa Jambu Baru di Kecamatan Kuripan mendapat apresiasi spesial dari Penjabat Bupati Barito Kuala (Batola) Mujiyat, Minggu (24/3).

Featured-Image
Penjabat Bupati Mujiyat bersama anak-anak yang meramaikan buka bersama di Masjid Miftahul Jannah, Desa Jambu, Kecamatan Kuripan, Minggu (24/3). Foto: Diskominfo Batola

bakabar.com, MARABAHAN - Masyarakat Desa Jambu di Kecamatan Kuripan mendapat apresiasi spesial dari Penjabat Bupati Barito Kuala (Batola) Mujiyat, Minggu (24/3).

Kunjungan Mujiyat ke Kuripan termasuk rangkaian Safari Ramadan 1445 Hijriah Pemkab Batola yang dilakukan sejak 19 Maret 2024 lalu.

Menumpangi speed boat, Mujiyat didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Zulkipli Yadi Noor, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), serta sejumlah pimpinan SKPD dan camat.

Kedatangan Mujiyat disambut hangat oleh warga setempat, serta penampilan bela diri tradisional kuntau yang dilakonkan jawara kampung.

Meski tujuan awal adalah buka puasa bersama, mereka datang lebih awal. Selanjutnya sembari menunggu waktu berbuka, rombongan bersama masyarakat berkumpul di Masjid Miftahul Jannah.

"Kedatangan kami adalah bentuk rasa sayang terhadap Kuripan. Dari semua rangkaian safari yang telah dilalui, baru sekarang kami datang lebih awal," ungkap Mujiyat.

"Jangan pernah berpikir warga Kuripan didiskriminasikan. Kami akan selalu hadir ketika diperlukan. Juga akan hadir ketika ulun (saya) rindu dengan pian (anda) sebarataan (semua)," sambungnya.

Baca Juga: Penjabat Bupati Batola Awali Safari Ramadan di Tabunganen

Baca Juga: TMMD di Batola Usai, Warga Tatah Alayung dan Tanipah Kembali Tarawih di Musala Desa

Dalam kesempatan tersebut, Mujiyat menyerahkan bantuan dana pembangunan tempat ibadah dari Pemkab Batola sebesar Rp25 juta, serta Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Kalsel dan PT Talenta Bumi masing-masing sebesar Rp10 juta.

Seusai buka bersama, rombongan menunaikan salat magrib, isya dan tarawih berjamaah di Masjid Miftahul Jannah.

Ternyata selanjutnya Mujiyat dan rombongan tidak bertolak pulang ke Marababahan, melainkan menginap dan bersantap sahur di kediaman Kepala Desa Jambu.

"Ini yang pertama kali kami bermalam di rumah warga. Memang diniatkan ingin bermalam supaya merasakan perbedaan rasa buka dan sahur di Kuripan," cetus Mujiyat.

Seusai makan sahur bersama sejumlah warga, mereka kembali ke Masjid Miftahul Jannah untuk menunaikan salat subuh berjamaah. 

Menjelang kepulangan ke Marabahan, Senin (25/3) pagi, Mujiyat juga menyemangati warga untuk tidak berkecil hati, sekalipun tinggal di pedesaan.

"Faktanya beberapa warga Kuripan memiliki tekad kuat menuntut ilmu hingga menjadi dosen atau bahkan ilmuwan," ungkap Mujiyat.

"Tidak kalah penting adalah selalu bersyukur kepada Allah, baik ketika hasil pertanian sedang baik atau kurang memuaskan," tutupnya.

Editor
Komentar
Banner
Banner